oleh

15 Pegawai Reaktif,  Gedung DPRD Tanggamus Ditutup


Daerah|17 views

KOTAAGUNG–Gedung DPRD Tanggamus ditutup sementara selama tiga hari terhitung sejak Selasa-Kamis (26-28 Januari 2021) hal itu menyusul hasil Rapid Test dimana sebanyak 15 orang menunjukan hasil reaktif.

Penutupan Gedung DPRD Tanggamus ini dibenarkan Kasubbag Kehumasan, Liputan dan Dokumentasi Sekretariat DPRD Tanggamus,Sam’an. Menurut Sam’an dari hasil rapid yang dilakukan Senin kemarin (25/1) ada sejumlah pegawai dilingkungan sekretariat DPRD yang reaktif.

loading...

“Iya betul, tutup sementara selama tiga hari, sebab hasil dari ratusan pegawai yang dirapid,15 diantaranya reaktif,”kata Sam’an mewakil Sekretaris Dewan Herli Rakhman

Dilanjutkan,Sam’an bahwa ke15 pegawai yang reaktif tersebut kemudian dilanjutkan dengan Swab test.”Iya , sambil menunggu hasil swab,pegawai tersebut menjalani isolasi mandiri,”ujarnya.

Sementara, Kepala Bagian Umum Sekretariat DPRD Tanggamus Ahmad Yani mendampingi Sekretaris Dewan (Sekwan) Herli Rakhman mengatakan bahwa Rapid Test digelar dalam rangka antisipasi penyebaran virus corona di lingkungan Sekretariat DPRD dan ini merupakan kebijakan dari pimpinan DPRD

Kebijakan tersebut melihat kondisi perkembangan kasus pandemi Covid 19 di Tanggamus yang semakin tinggi, bahkan sudah masuk zona merah.

“Nah, melihat kondisi saat ini perkembangan kasus pandemi Covid di Tanggamus semakin tinggi, bahkan sempat masuk dalam zona merah maka pimpinan mengeluarkan kebijakan untuk melakukan pemeriksaan Rapid test kepada seluruh pegawai sekretatiat,”katanya.

Ahmad Yani menerangkan, selain melihat kondisi kasus Covid 19 yang semakin meningkat, kebijakan rapid test juga dilaksanakan dikarenakan mobilitas perjalanan keluar daerah pegawai Sekretariat DPRD yang cukup tinggi, sebagai pendamping anggota dewan.

“Pegawai dilingkungan sekretariat DPRD ini banyak yang bertugas sebagai pendamping anggota dewan. Dan mereka sering melakukan perjalanan dinas bahkan keluar daerah dan provinsi jadi sangat rawan terpapar Covid, ” terangnya.

Ahmad Yani menambahkan, pegawai yang mengikuti pemeriksaan Rapid test berjumlah 171 orang pegawai, yang berstarus Aparatur Sipil Negara (ASN) 44 orang dan selebihnya berstatus Tenaga Kerja Sukarela (TKS). (yo/smol)

Komentar

Berita Lainnya