Antusias, Sudah 500 orang Mendaftar calon kepala pekon.

SINARMERDEKA.ID.KOTAAGUNG—Ajang pemilihan kepala pekon (Pilkakon) serentak di Kabupaten Tanggamus April mendatang disambut antusias masyarakat. Ini dilihat dari animo masyarat yang mendaftar. Berdasarkan data sementara dari Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) tercatat sudah sekitar 500 orang yang mendaftar sebagai calon kepala pekon.

Menurut Kabag Tapem Setdakab Tanggamus Wawan Haryanto, jumlah tersebut masih sementara sebab belum seluruh panitia pemilihan kepala pekon melapor terkait jumlah calon kakon.

“Sementara ini laporan yang sudah masuk ada kisaran 500 pendaftar kakon, mungkin jika semuanya sudah melapor bisa sampai seribu orang calon,” terang Wawan.

Batas pendaftaran calon kakon ditutup pada Minggu (9/2) pukul 24.00 WIB. Penutupan juga berlangsung serentak di 220 pekon yang dijadwalkan pilkakon tahun ini. Selanjutnya panitia pilkakon laporkan calon yang daftar.

Wawan mengaku, hasil laporan sementara sudah banyak pekon yang pendaftar calon kakonnya lebih dari lima calon. Sementara ini ada 11 pekon yang calonnya lebih dari lima.
Pekon itu ada di Kecamatan Semaka dua pekon, di Kecamatan Bandar Negeri Semuong tiga pekon. Gisting dua pekon, Kecamatan Pulau Panggung dua pekon, Kecamatan Ulu Belu dua pekon.

“Terbanyak calonnya di Pekon Gunung Meraksa, Kecamatan Pulau Panggung ada 14 calon, Pekon Petai Kayu dan Gunung Tiga di Kecamatan Ulu Belu masing-masing sembilan calon,” kata Wawan.

Ia mengaku animo masyarakat mendaftar sebagai calon kakon karena beberapa faktor yakni karena kini pekon diberi Dana Desa yang nilainya lebih dari Rp 1,2 miliar per pekon dan persyaratan untuk maju juga dipermudah seperti calon kakon boleh berasal dari mana saja, bukan lagi warga setempat dan usia calon kakon tidak dibatasi lagi sehingga usia tua pun tetap boleh asalkan masih sehat dan kuat.

Lantas dengan membludaknya calon kakon, maka sesuai aturan harus dibatasi maksimal lima orang satu pekon. Sehingga jika ada lebih dari lima nanti akan diseleksi untuk penentuan lima calon saja.
Kemudian terkait perkara Pekon Banjar Agung Udik, Kecamatan Pugung yang timbul masalah soal pemahaman domisili asal calon kakon sudah selesai.

Menurut Wawan, hal itu karena kesalahan panitia yang masih memasang pengumuman syarat calon kakon harus sudah tinggal minimal dua tahun di pekon setempat.

Padahal aturan itu sudah tidak berlaku karena kini menerapkan aturan Permendagri no 65 tahun 2017 dan perda no 17 tahun 2019 tentang asal calon kepala pekon.

“Calon kakon adalah warga negara Indonesia yang dibuktikan dengan KTP, maka bukan warga setempat tapi warga Indonesia. Sehingga dari mana saja boleh daftar asalkan penuhi persyaratan dan untuk permasalahan di Pekon Banjar Agung Udik itu udah klir,” kata Wawan.

Ia juga menegaskan bahwa pendaftaran calon kakon tidak dipungut biaya sama selali alias gratis.”Gratis tidak ada biaya, sebab honor panitia sudah ditanggung APBD, kalau ada panitia yang meminta uang laporkan, kalau terbukti maka akan diberikan sanksi tegas,”pungkas Wawan.(simer)

13 Views