oleh

Asimilasi Puluhan Warga Binaan Rutan Kotaagung Bebas


Daerah|13 views

SINARMERDEKA.ID-Sebanyak 29 Warga Binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Kota Agung dibebaskan lantaran diberikan Asimilasi.

Menurut Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, Prameswari, hak asimilasi di rumah merupakan penanganan lanjutan dalam upaya mencegah semaksimal mungkin potensi penyebaran covid-19 di lapas, rutan dan LPKA.

loading...

“Pemberian Asimilasi di rumah ini juga dinilai bersifat mendesak karena ancaman potensi penularan Covid-19 yang masih berlangsung dan sangat tinggi,” ujar Prameswari.

Hal itu berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Permenkumham) nomor 24 tahun 2021 diubah ke nomor 32 tahun 2020 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Asimilasi, Pembebasan Bersyarat (PB), Cuti Menjelang Bebas (CMB), dan Cuti Bersyarat (CB) bagi narapidana dan anak dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19.

Prameswari menambahkan, saat ini hampir seluruh lapas, rutan, LPKA di Indonesia berstatus over crowded dan over kapasitas. Sehingga tidak mungkin dilaksanakan sosial distancing bagi warga binaan di dalam lapas dan rutan.

Ke-29 warga binaan yang terima asimilasi terdiri 21 warga binaan perkara narkotika, dua perkara perlindungan anak, satu perkara penggelapan, satu perkara pelanggaran lalu lintas, satu perkara perjudian, dua perkara pencurian, satu perkara penganiayaan.

Asimilasi ini juga untuk mempercepat penanganan over crowded dan over kapasitas di rutan dan lapas, dengan syarat warga binaan telah mengikuti program pembinaan dengan baik.

“Pemberian asimilasi ini gratis tidak dipungut biaya berapa pun,” tegas Prameswari.

Sementara menurut Kepala Rutan Kota Agung, Akhmad Sobirin Soleh minta agar warga binaan yang dapat asimilasi dapat kembali ke masyarakat dan berkelakuan baik.

“Mudah mudahan apa yang didapat di dalam rutan ini menjadi pelajaran, apabila di dalam rutan berkelakuan baik maka kami akan berikan hak-haknya tanpa tebang pilih dan selektif,” kata Sobirin.

Selanjunya harus dalam bermasyarakat tidak melanggar hak orang lain, menghargai hak orang lain dan harapannya tidak kembali jalani hukuman.

Mereka juga akan diawasi oleh Badan Pemasyarakatan (Bapas) dan jika berbuat melanggar hukum lagi maka hak asimilasinya bisa dicabut.(ok/simer)

Komentar

Berita Lainnya