oleh

Bupati Tanggamus Dewi Handajani Menyampaikan LKPj TA 2020

Bupati Tanggamus Hj Dewi Handajani dalam pidatonya mengatakan bahwa LKPj tahun 2020 pada prinsipnya merupakan akumulasi dari kinerja(eza/smol)

KOTAAGUNG–Bupati Tanggamus Hj Dewi Handajani menyampaikan laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPj) tahun 2020 dalam rapat paripurna yang dilaksanakan di gedung DPRD Tanggamus, Kamis sore (1/4).

loading...

Rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Tanggamus Heri Agus Setiawan itu dihadiri pula wakil Bupati Tanggamus Hi.A.M.Syafii, Kepala Kejari Tanggamus David.P.Duarsa, Dandim 0424 Letkol Inf Arman Aris Sallo, kepala OPD dan camat.

Bupati Tanggamus Hj Dewi Handajani dalam pidatonya mengatakan bahwa LKPj tahun 2020 pada prinsipnya merupakan akumulasi dari kinerja penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pembangunan daerah selama tahun 2020 yang penilaiannya secara menyeluruh dalam kurun waktu satu tahun.

Dilanjutkan bupati secara umum perkembangan tingkat perekonomian Kabupaten Tanggamus seperti juga yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia dan dunia,dimana terjadi Pandemi Covid-19 dalam satu tahun terakhir sehingga perekonomian mengalami kontraksi seperti penurunan partisipasi angkatan kerja sebesar 13 persen,tingkat pengangguran terbuka 2,96 persen dan pertumbuhan ekonomi minus 1,77 persen.

“dari angka 66,37 menjadi 66,42. Lalu tingkat kemiskinan dari angka 12,05 persen menjadi 11,68 persen. Kemudian untuk kondisi pekon banyak kemajuan ditahun 2020 dimana untuk Pekon sangat tertinggal tahun 2019 masih terdapat 4 Pekon namun ditahun 2020 sudah tidak ada lagi, selanjutnya dari 53 Pekon tertinggal ditahun 2019 pada tahun 2020 tinggal 24 Pekon tertinggal. Untuk kondisi Pekon maju mengalami peningkatan dari 24 ditahun 2019 meningkat menjadi 39 Pekon maju ditahun 2020,”ujar bunda Dewi.

Namun disisi lain beberapa variabel capaian menurut data BPS cukup stabil dan mengalami perbaikan dari tahun sebelumnya seperti indeks pembangunan manusia (IPM) meningkat

Dilanjutkan bupati gambaran umum pengelolaan APBD tahun 2020 terdiri dari pendapatan yang ditargetkan sebesar Rp1.752.907.537.912,00 sampai tanggal 31 Desember 2021 terealisasi sebesar Rp1.636.486.089.248,43 atau sebesar 93,36 persen, kemudian belanja daerah ditargetkan sebesar Rp1.803.475.078.909,50 hingga 31 Desember 2020 terealisasi sebesar 1.651.204.295.632,86 atau sebesar 91,56 persen.

“Untuk pembiayaan daerah terdiri dari penerimaan pembiayaan daerah sebesar Rp55.668.990.997,50 terelisasi sebesar Rp55.668.990.997,50 atau 100 persen, sedangkan pengeluaran pembiayaan daerah dianggarkan sebesar Rp5.101.450.000 terealisasi sebesar Rp2.800.000.000 atau 54,88 persen, sebagai catatan bahwa angka ini adalah angka sementara sebelum diaudit oleh BPK,”ungkap bupati.

Dalam kesempatan itu bupati juga memaparkan sejumlah keberhasilan yang diraih Sepajang tahun 2020 baik itu level provinsi maupun nasional diantaranya meraih predikat WTP dari BPK RI untuk kelima kalinya, IGA Award dari Kemendagri kategori kabupaten sangat inovatif dan meraih penghargaan Kabupaten cukup peduli HAM tingkat nasional salama tiga tahun berturut-turut.

Keberhasilan yang telah kita capai harus terus ditingkatkan karena masih banyak potensi di Tanggamus untuk terus kita kelola dan kembangkan,”pungkas bupati.

Sementara Ketua DPRD Tanggamus Heri Agus Setiawan mengatakan LKPj tahun anggaran 2020 yang disampaikan bupati selanjutnya akan dibahas dari tanggal 12-15 April sesuai ketetapan Badan Musyawarah.

“Dan untuk persetujuan DPRD terhadap LKPj APBD tahun 2020 tersebut direncanakan pada 16 April 2021,”ujar Heri.(rez/smol)

Komentar

Berita Lainnya