oleh

Demo May Day Dinilai Sia-Sia

Sinarmerdeka.id – Berbeda dengan kota-kota besar, peringatan May Day atau hari buruh internasional di Kabupaten Nunukan, Kaltara, sepi. Peringatan yang dilakukan setiap 1 Mei seperti hari ini tak ada aksi unjuk rasa dan aksi mogok kerja maupun hal apapun yang dilakukan buruh atau pekerja sebagai bentuk solidaritas sesama pekerja.

Lukman, mandor buruh di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan mengatakan, peringatan hari buruh tidak pernah dilakukan. Sebab, seluruh buruh lebih memilih bekerja dari pada melakukan aksi. Apalagi jika aksi menuntut hak-hak tertentu. Hal tersebut dinilai sia-sia, sebab tak menghasilkan bagi mereka dan keluarganya.

loading...

“Tidak pernah ada aksi. Kecuali ikut pawai pembangunan. Kalaupun mau ada aksi, aksi apa yang mau dilakukan. Sebab kami ini hanya buruh saja. Jadi, harus jelas hasilnya,” ungkapnya kepada media ini saat ditemui di pelabuhan sedang mengawasi proses bongkar muat barang kemarin.

Ia mengatakan, setiap peringatan May Day, pihaknya hanya menyaksikan pemberitaan saja. Apa yang menjadi tuntutan buruh tentunya akan berdampak terhadap mereka juga. Namun, dampak langsung tidak ada. “Tuntutan buruh itu hampir setiap tahun sama. Kesejahteraan dan hak mereka sama. Itu saja,” bebernya.

Jhony, tenaga kerja di salah satu perusahaan kelapa sawit di wilayah Kecamatan Tulin Onsoi mengatakan, aksi buruh hanya dilakukan dengan tak bekerja. Sebab, 1 Mei itu tanggal merah. Jadi tidak ada bekerja. Semuanya libur. “Jadi, kalau ada yang bekerja dihitung lembur saja. Aksi-aksi itu biasanya dilakukan di kota besar saja. Seperti di Tarakan atau di ibukota provinsi di Tanjung Selor,” ungkapnya.

Dikatakan, setahun sebelumnya, peringatan May Day ini dilakukan dengan aksi sosial berupa sunatan massal atau pembagian sembilan bahan pokok (Sembako). Bahkan, diadakan lomba dan hiburan rakyat. “Penyelanggaranya itu dari pihak perusahaan juga. Ada bantuan dana dari perusahaan untuk biaya operasional dan hadiah. Sebab, ada juga pertandingan olahraga dilakukan,” kenangnya.

Hingga berita ini dibuat, Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat (Kasubbag Humas) Polres Nunukan Iptu M. Karyadi tidak dapat dikonfirmasi. Juru bicara Polres Nunukan ini mengaku sedang sibuk dan belum dapat memberikan keterangan apapun mengenai kegiatan pada peringatan buruh intenasional. “Maaf, saya masih sibuk, nanti saya hubungi jika sudah selesai,” ungkapnya ketika dihubungi via ponselnya.

Berselang 2 jam kemudian, nomor ponsel yang biasa dihubungi akhirnya sulit tersambung. Beberapa kali dihubungi masih sulit. Namun, dari informasi yang diterima media ini, aksi peringatan May Day hanya terkonsentarasi di ibu kota Provinsi Kaltara di Tanjung Selor. Beberapa syarikat buruh dan diikuti ribuan massa dengan aksi long march dalam peringatan tersebut. (jwp/*)

Komentar

Berita Lainnya