oleh

Di Tanggamus, Kementan RI Lakukan Riset Inovatif

PULAUPANGGUNG–Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun) Kementerian Pertanian (Kementan) RI melakukan Riset Pengembangan Inovatif Kolaboratif (RPIK) di Pekon Muaradua Kecamatan Pulaupanggung, belum lama ini, Hal ini merupakan tindak lanjut dari Bimbingan Teknis (Bimtek) tanaman perkebunan yang diikuti oleh petani lada dan kopi Kabupaten Tanggamus awal Mei lalu.

Kusmaini perwakilan Puslitbang Tanaman Perkebunan, Kementan RI mengaku senang dengan sambutan dari Pemprov Lampung dan Pemkab Tanggamus yang sangat antusias dalam RPIK.Menurut Kusmaini, riset yang dikomandoi Puslitbang Tanaman Perkebunan ini dilakukan secara kolaborasi dari hulu hingga hilir

loading...

“Nah, pada RPIK ini, kami seluruh tim dari hulu (budidaya) sampai hilir (pasca panen) berkolaborasi. Jadi dari mulai budidaya sampai pasca panen, pembuatan produk maupun pemasarannya akan kami lakukan riset dan pengembangan. Dan itu melihat potensi dari Provinsi Lampung yang sangat besar untuk lada hitam karena ini RPIK lada maka kami utamakan lada hitam, kemudian kami selingi dengan kopi, jadi kopi pendukung dari program ini,”katanya.

Dilanjutkan, Kusmaini, bahwa tim dalam RPIK langsung turun ke lapangan, untuk mengetahui potensi apa saja di Tanggamus dan sentra produksi perkebunan di Tanggamus.

Akan kami lihat kondisi eksistingnya, seperti apa lada dan seperti apa kopi, karena disini tidak hanya lada saja tapi ada kopi, itulah yang akan kami kaji,

seberapa keuntungan dari masing-masing komoditas, lada berapa dan kopi berapa,sebab harga berfluktuasi, nanti akan kita lihat kalau lada rendah maka ada kopi yang bisa menambah income bagi petani, harapannya kesejahteraan petani meningkat,”terang Kusmaini.

Sementara Bupati Tanggamus Hj Dewi Handajani menjelaskan bahwa Kabupaten Tanggamus memiliki wilayah perkebunan seluas 81.874 ha, yang didominasi oleh perkebunan kopi robusta memiliki luas 41.270 ha dengan produksi 34.129 ton/tahun dan untuk komoditas lada memiliki luas 7.859 Ha dengan produksi 3.483 ton/tahun.

“Saya ucapkan terimakasih kepada Puslitbang Perkebunan Kementan RI yang pada hari ini kembali hadir, guna mencari lokasi yang tepat untuk rencana pengembangan kopi dan lada di Kabupaten Tanggamus,”kata bupati.

Dilanjutkan bupati, dari potensi perkebunan yang cukup besar tersebut masih belum berbanding lurus dengan kesejahteraan para petani yang umumnya memiliki sumberdaya dan akses yang masih sangat terbatas terhadap pengetahuan kewirausahaan serta layanan pertanian.

Dan kami bersyukur bahwa kondisi tersebut direspon oleh pemerintah pusat melalui Puslitbang Perkebunan Kementan yang beberapa waktu lalu telah menyelenggarakan bimtek tanaman perkebunan di Kabupaten Tanggamus.

Dan pada hari ini dilanjutkan dengan mencari lokasi yang tepat bagi pelaksanaan RPIK,”papar bunda Dewi.

Dijelaskan bupati bahwa ada beberapa permasalahan yang dihadapi petani dalam pengembangan hulu dan hilir hasil produksi kopi di Tanggamus pada saat ini adalah kualitas hasil yang masih cukup rendah serta harga yang belum sesuai dengan harapan petani, kondisi tersebut menyebabkan sebagian petani kopi dan lada beralih pada komoditas lain sehingga produksi komoditas kopi dan lada kian tahun kian menurun.

“Untuk itu kepada tim dari Puslitbangbun kami berharap, agar petani kami didampingi mulai dari pupuknya, teknologinya dan terutama pasca panennya, karena biasanya disini pada musim panen raya terutama masih dalam musim penghujan biasanya hasil panennya langsung dijual, petani tidak mau repot lagi, karena mengeringkan kopi atau lada dan kakao hasil panen dimusim hujan terlalu merepotkan.Untuk itu perlu pengering (dryer) dan perlu kita mengawal pertanian itu dari hulu sampai hilir sehingga mendukung pertanian Indonesia yang maju, mandiri dan moderen,” pungkas bupati.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Balai Penelitian Industri (Balitri) Dr. Tri Joko Santoso, Kepala BPTP Lampung Dr. Jekfi Hendra, Asisten II Setdaprov Lampung Kusnardi, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Lampung A. Chrisna Putra, Plh Sekkab Tanggamus Sukisno, Kepala Dinas Ketahanan Pangan,Tanaman Pangan dan Hortikultura Tanggamus Catur Agus Dewanto, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Tanggamus Dhani Riza, Camat Airnaningan Royensyah dan Camat Pulaupanggung Thalud.(oi/smol)

Komentar

Berita Lainnya