oleh

Duo Ferrari Start di Baris Depan

Sinarmerdeka.id – Untuk kali pertama di musim ini, Ferrari menguasai barisan terdepan. Hasil kualifikasi GP Rusia menempatkan dua mobil merah milik Sebastian Vettel dan Kimi Raikkonen di front row.

Ferrari pantas merayakan sukses itu lantaran sejak GP Prancis 2008, inilah untuk kali pertama Ferrari start satu dua. Sembilan tahun lalu, Raikkonen dan Felipe Massa berada di baris terdepan untuk tim Kuda Jingkrak.

loading...

Dominasi Ferrari sudah tampak sejak sesi kualifikasi pertama (Q1). Mereka dengan percaya diri menggunakan strategi penghematan ban untuk lomba hari ini. Saat semua pembalap memasang ban ultrasoft, duo Ferrari hanya cukup memakai supersoft untuk bertarung.

Hasilnya tidak buruk. Keduanya bertengger di posisi 3-4 di belakang pembalap tercepat Mercedes Valtteri Bottas. Catatan waktu Bottas 1 menit 34,177 detik. Lebih cepat 0,9 detik dari Vettel dan 1,161 dari Raikkonen. Sementara pemegang pole position di dua lomba pembuka Lewis Hamilton berjarak 0,368 detik di posisi kedua. Hanya mengitari Sochi Autodorme dua lap, kedua pembalap Ferrari langsung pit, tanpa membuang-buang waktu.

Pada Q2 semua pembalap memasang ultrasoft. Giliran Raikkonen mencatat waktu tercepat di usaha yang pertama, 1 menit 34,053 detik. Kemudian dipertajam lagi menjadi 1 menit 33,264 detik. Ferrari semakin menjadi di Q3. Raikkonen langsung menggebrak dengan 1 menit 33,253 detik di lap pertamanya. Namun gagal memperbaiki catatan waktunya pada usahanya yang kedua. Sebaliknya Vettel membuat lapnya sempurna dengan mencatat waktu 1 menit 33,194 detik. Lebih cepat 0,059 detik dari Raikkonen dan 0,095 detik dari Bottas.

Selisih ketiganya sangat tipis karena posisi 1-3 hanya terpaut tak lebih dari 0,1 detik. Sedangkan Hamilton start di posisi keempat dengan selisih 0,573 detik. Jarak yang terlalu jauh mengingat performa “normal” Hamilton pada seri-seri sebelumnya. Memang pembalap Inggris itu beberapa kali mengalami lock up di sektor tiga. Bahkan di Q3 dia harus mengganti ban sebelum melakukan lap terakhirnya untuk mengejar defisit, tapi gagal.

”Memasuki pekan ini, kami berpikir bahwa Rusia akan lebih baik dari Bahrain. Tapi sejauh ini perkaraan kami salah,” ucap Bottas yang mengaku timnya kaget kalah kualifikasi dari Ferrari. Maklum sejak Rusia menjadi tuan rumah F1 pada 2014, Mercedes tak pernah kalah satu lap pun, dari tim manapun!

Perkiraan bahwa suhu trek akan lebih dingin ternyata salah. Suhu trek tercatat 45 derajat celsius. Ini salah satu faktor yang menguntungkan Ferrari. Kondisi tersebut sedikit anomali mengingat latar belakang Sirkuit Sochi tampak gunung yang masih diselimuti salju di puncaknya. Sementara perakiraan cuaca hari ini tidak berbeda jauh dari kemarin.

Selain itu, postur mobil Ferrari yang pas dengan karakter trek Sochi. Sasisnya lebih pendek ketimbang W08-nya Mercedes. Dengan karakter trek yang sempit, Mercedes tidak bisa selincah Ferrari ketika harus keluar-masuk tikungan. Ini pula yang membuat Hamilton melakukan beberapa kesalahan. Dengan keunggulan ini hampir bisa dipastikan, Ferrari akan unggul di trek-trek serupa seperti Monako, dan Kanada.

”Pekerjaan utama baru dimulai besok (saat balapan). Tapi untuk saat ini, yeah, ini adalah langkah yang penting untuk bisa mengunci posisi terdepan. Mungkin sirkuit ini cocok untuk mobil kami,” terang pemegang pole Vettel.

Meski start dari posisi keempat Hamilton tak gentar menghadapi balapan hari ini. Justru menurutnya, inilah saatnya melihat pertarungan sebenarnya antara Ferrari dan Mercedes. ”Ini artinya kami akan menghadapi balapan yang sebenarnya besok (malam ini). Aku tidak bisa maksimal di sesi kualifikasi hari ini. Jadi aku harus kerja keras malam ini melihat data dan mari kita lihat apa yang terjadi besok (race Minggu malam),” tandasnya. (jpnn/*)

Komentar

Berita Lainnya