by

GAMOLAN INSTITUTE MEDIASI KONFLIK DI PESISIR BARAT

Sinarmerdeka.Id.BANDARLAMPUNG – Gamolan Institute Lampung menginisiasi pertemuan masyarakat adat di Pesisir Barat. Pertemuan dimaksud ada dalam sebuah sosialisasi bertajuk “Peran Serta Masyarakat Adat Dalam Tatanan Kehidupan Sosial Dan Kebijakan Publik” yang diadakan di Pekon Pelita Jaya dalam Marga Tenumbang.

Pertemuan ini dihadiri langsung oleh Saibatin Marga Tenumbang Merah Gunawan adoq Pengiran Mangku Alam, juga dihadiri Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat dari beberapa Pekon dalam Marga Tenumbang.

Disampaikan Ketua GIL Novellia Yulistin Sanggem adoq Pengiran Mustika, penguatan masyarakat adat harus dimulai dari kearifan lokal. “Himpun Adat menjadi solusi dari permasalahan yang terjadi didalam masyarakat,” terangnya dalam Sinar Merdeka, Minggu (10/6/2018).

“Dari pengalaman kami tentang masalah agraria, konflik di Pesisir Barat ini sebenarnya harus dimulai dari kesadaran Masyarakat Adatnya sendiri untuk menyelesaikan permasalahannya,” imbuhnya.

Ia menambahkan peran penting Saibatin sebagai Kepala Marga, sehingga kebijakan publik ditentukan oleh masyarakat adat sendiri dengan memperhatikan kondisi sosial yang terjadi. Pada akhirnya local wisdom-lah yang akan mereduksi potensi konflik juga meningkatkan kebersamaan dan solidaritas dalam masyarakat.

Diandra Natakembahang adoq Batin Budaya Marga dari Gamolan Institute Lampung menambahkan pentingnya merevitalisasi Himpun Adat dalam menjawab segala permasalahan pada tatanan kehidupan sosial kemasyarakatan.

Himpun Adat dilaksanakan berjenjang mulai dari Himpun Muakhian, Himpun Bahmekonan dan Himpun Marga bergantung dari jenis dan tingkatan masalah yang dihadapi.

“Pada akhirnya masyarakat adatlah yang menentukan solusi dari permasalahan yang mereka hadapi dan menjadi resolusi bagi kebijakan publik dari pemerintah, bukan sebaliknya kebijakan publik yang tanpa memperhatikan situasi dan kondisi masyarakat,” pungkasnya. (rls/luf)

Comment

Berita Lainnya