Gawat bendungan PLTA Semaka Jebol, Puluhan rumah teredam banjir Lumpur

Sinarmerdeka.Id.SEMAKA – Bendungan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Kecamatan Semaka jebol, Minggu (6/12) sekitar Pukul 20.30 Wib.

Akibat kejadian itu empat rumah milik warga di Dusun Kalikumbang, Pekon Sidomulyo, hanyut tersapu banjir. Lima rumah lainnya rusak berat dan sembilan rumah serta mushala terendam lumpur.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, jebolnya proyek bendungan milik PT. Tradrikal Ekektronik Power (TEP) tersebut diduga karena kontruksi bendungan yang tidak kuat.

Kepala Pekon Sidomulyo, Buniran mengatakan, jebolnya bendungan PLTA sepanjang 6 kilometer tersebut terjadi saat dilakukannya tes water way turbin.

“Pada saat bendungan dibuka dan air memasuki terowongan menuju bendungan turbin, dinding penahan water way yang terletak di Dusun Kalikumbang tidak mampu menahan debit air yang begitu deras, akibatnya bendungan water way retak dan jebol sepanjang 30 meter,” ungkapnya, kemarin (7/11).

Mengetahui bendungan jebol, pihak perusahaan langsung menutup pintu air dan membatalkan uji coba. Kemudian, pihak perusahaan dibantu aparat Babinsa Koramil 424-03/Wonosobo dan warga Pekon Sidomulyo langsung membantu proses evakuasi dan membersihkan sisa-sisa lumpur yang masuk kerumah warga.

Sementara itu, salah seorang warga Dusun Kalikumbang Agus mengatakan, untuk mencegah agar kejadian serupa tidak terulang, pihak perusahaan diharapkan dapat mengalihkan pemukiman warga ke atas water way turbin.

“Ya, harapan kami supaya pihak perusahaan mengalihkan pemukiman warga ke atas water way turbin. Karena tanggul  itu tidak selamanya kuat menahan debit air yang begitu deras. Kami hanya takut kejadian seperti ini terulang lagi, ” ungkapnya.

Sementara itu, jebolnya tanggul, langsung direspon Polres Tanggamus yang mana sudah menerjunkan Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (INAFIS) sudah berangkat ke lokasi bendungan yang terletak di dalam kawasan Register 39 pada Senin malam. Dan Selasa (7/11) pagi, Tim INAFIS melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi jebolnya tanggul, untuk mencari dan menemukan penyebab insiden itu.

Kasatreskrim Polres Tanggamus AKP Hendra Saputra membenarkan, personel INAFIS sudah berangkat ke lokasi sejak Senin malam. Setelah tiba di lokasi, Selasa pagi dilakukan Olah TKP. Tujuannya untuk mencari penyebab jebolnya tanggul penahan air yang dibangun PT Posko Engineering ENC.

“Apa dan bagaimana hasil Olah TKP yang menyebabkan tanggul jebol, saya belum bisa informasikan. Sebab Tim INAFIS masih berada di TKP. Saya sendiri ini sedang ada kegiatan di Bandarlampung,” ujar Hendra Selasa (7/11) sore, mendampingi Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili.

Menurut kasatreskrim, dari Olah TKP Tim INAFIS akan diperoleh petunjuk yang menyebabkan tanggul PLTA Semaka jebol. Jika terindikasi ada unsur kesengajaan penyimpangan-penyimpangan saat proses pembangunan tanggul, berakibat pada tidak standarnya konstruksi tanggul, maka Hendra menegaskan, perkara itu bisa diproses secara hukum.

“Misalnya ada indikasi besaran teknis (bestek) konstruksi tanggul tidak sesuai dengan rincian anggaran, maka ini bisa kami proses. Apalagi kalau muara indikasi tersebut adalah perbuatan mark up anggaran, jelas ada pasalnya. Tetapi kembali lagi, Tim INAFIS masih bekerja di lokasi dan saya belum terima laporan terkininya. Jadi, saya nggak bisa asal menerangkan apa penyebabnya (tanggul jebol),” beber Hendra.

Kasatreskrim juga menegaskan, insiden jebolnya tanggul PLTA Semaka yang dikelola PT Tanggamus Electric Power (TEP) itu, tidak sampai menelan korban jiwa. Namun kerugian material berupa hanyut dan risaknya gubug sementara para perambah yang terletak sekitar 1 kilometer dari titik tanggul yang jebol.

“Sepengetahuan saya, di dalam PLTA Semaka ini ada banyak perusahaan, karena konsepnya adalah konsorsium. Dari sekian banyak perusahaan dalam negeri dan bahkan ada beberapa yang dari Korea, PT TEP paling atas. Informasinya konstruksi tanggul dikerjakan PT Posko Engineering ENC yang merupakan Sub Kontraktor PT Multy Karya Engineering. Konsep konsorsium inilah yang harus kami cermati satu per satu supaya jelas apa penyebab jebolnya tanggul dan siapa yang harus bertanggung jawab,” tegas Hendra Saputra.

Untuk diketahui, tanggul penahan air sepanjang 6 kilometer milik PLTA Semaka yang berlokasi di dalam hutan kawasan Register 39 Tanggamus, jebol sekitar 30 meter, Minggu (5/11) sekitar pukul 20.30 WIB. Dampak kejadian itu, dikabarkan belasan rumah warga di desa terujung Kecamatan Semaka, yaitu Pekon Sidomulyo, hanyut dan rusak berat disapu luapan gelombang air Sungai (Way) Semaka.(rls/yoi/mer)

164 Views