Graduasi Mandiri Dorong KPM PKH Blitar Untuk Mandiri dan Sejahtera

SAATNYA MANDIRI: Direktur Jaminan Sosial Keluarga Kementerian Sosial Nur Pujianto (kanan) menyerahkan sertifikat Graduasi Mandiri kepada salah satu warga KPM dalam acara pengukuhan Kampung Siaga Bencana (KSB) di Desa Kebonduren, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, Minggu (11/11) lalu.

BLITAR- Direktur Jaminan Sosial Keluarga Kementerian Sosial RI Drs Nur Pujianto, Msi menjadi tamu penting dalam pengukuhan Kampung Siaga Bencana (KSB)  di Desa Kebonduren, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, Minggu (11/11) lalu.

Lokasi ini merupakan KSB ke 630 di Indonesia dan KSB kedua yang dibentuk Kemensos di Blitar setelah sebelumnya Kecamatan Nglegok. Terpilihnya Kecamatan Ponggok sebagai KSB, berdasarkan proposal dari Pemkab Blitar kepada Kemensos yang menyatakan wilayah tersebut berpotensi tinggi dilanda angin puting beliung.

Ya, selain meresmikan  KSB, Nur Pujianto juga menyerahkan sertifikat graduasi mandiri kepada perwakilan tiga Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Blitar. Diketahui, program KSB terintegrasi dengan PKH karena sebagian besar korban bencana merupakan anggota masyarakat penerima manfaat bantuan PKH.

Tiga KPM PKH Graduasi Mandiri yang menerima sertifikat yakni Sri Utami dari Desa Sumbersari Kecamatan Udanawu, Asmaul Husna dari Desa Sumbersari Kecamatan Udanawu dan Nara Wirawati dari Desa Tlogo Kecamatan Kanigoro.  “Alhamdulilah, usaha KPM PKH yang sudah mampu melakukan Graduasi Mandiri diharapkan akan terus berkembang dan maju,” tuturnya.

Nur juga mengapresiasi kerja para pendamping PKH di Kabupaten Blitar yang terus memotivasi KPM untuk mampu keluar dari status PKH secara mandiri. “Semakin banyak KPM PKH yang mampu melakukan Graduasi Mandiri, artinya pendamping telah berhasil menggerakkan kesadaran warga untuk keluar dari jaring kemiskinan,” katanya.

Kebahagiaan juga dirasakan oleh Sri Utami, salah satu penerima sertifikat. Menurutnya, para pendamping PKH menyadarkan keluarganya untuk terus mandiri dan meningkatkan taraf hidup keluarga. “Saya merasa sangat senang sekali dan terharu mendapatkan sertifikat. Saya tidak menyesal karena sudah mengudurkan diri dari PKH,” jelasnya.

LEPAS DARI BAYANG-BAYANG KEMISKINAN

Pemerintahan Presiden Joko Widodo, terus berupaya menurunkan kemiskinan melalui berbagai program. Di antaranya, untuk mengurangi beban pengeluaran masyarakat melalui PKH, Rastra, Program Indonesia Pintar, dan Program Indonesia Sehat. Lewat Kementerian Sosial, jerat-jerat kemiskinan ini terus dicegah lewat program Graduasi Mandiri.

Salah satu pendamping PKH Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar  Yeni menuturkan, pendampingan  tidak hanya mendorong peningkatan taraf hifup dan kesadaran masyarakat untuk tidak bergantung kepada PKH, namun juga berperan menanamkan mental positif menuju kehidupan lebih baik.

“Untuk menjadi graduasi mandiri memang butuh waktu dan proses yang tidak sebentar, namun saya sangat senang dan bangga apa lagi jika usaha warga semakin berkembang, karena sebagai pendamping, saya selalu memotivasi dari awal hingga sampai akhir bisa mandiri,” tandasnya.

Senada, Supervisor Pendamping PKH Kabupaten Blitar Rita Yuliana S.St menuturkan, Kemensos RI terus melakukan upaya agar masyarakat keluar dari jaring-jaring kemiskinan. Salah satunya lewat program Graduasi mandiri. Dalam pengertianya, program ini mengajak para penerima manfaat atau KPM PKH bisa lepas dari program bansos yang selama ini diberikan pemerintah.
“Lewat tenaga pendamping, program Graduasi Mandiri mengajak warga penerima manfaat bisa mandiri secara ekonomi serta tidak lagi memenuhi syarat kondisional sebagai KPM PKH. Bentuk upaya graduasi mandiri salah satunya memberikan pelatihan melalui kegiatan kelompok usaha bersama (KUBE) agar mampu menjadi wirausaha,” tandas wanita yang sejak Januari 2018 silam menjadi supervisor pendamping PKH di Tanah Kelahiran Bung Karno tersebut. (tgr-simer)

169 Views