oleh

Guru TKS Terima SK

Plt Bupati Minta Guru untuk tingkatkan Kualitas

Sinarmerdeka.id, GISTING—Pelaksana tugas (Plt) Bupati Tanggamus Hi.Samsul Hadi menyerahkan surat keputusan (SK) atas diangkatnya tenaga kerja sukarela (TKS) kependidikan dilingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tanggamus. Mereka yang menerima SK terdiri dari guru, staft UPT dan tenaga teknis.

Pembagian SK dipusatkan di Gedung Nahdalatul ulama (NU) Kecamatan Gisting, Sabtu (4/2). Lantaran banyaknya jumlah penerima, maka panitia kegiatan membagi dua sesi. Pertama jam 09.00 Wib untuk delapan kecamatan yakni, Limau, Bulok, Pematangsawa, Pugung, Bandar Negeri Semuong, Semaka, Gunung Alip dan Ulubelu. Siangnya pukul 13.00 WIB menyusul sembilan kecamatan yakni, Talangpadang, Sumberejo, Gisting, Kotaagung Timur,Kotaagung, Kotaagung Barat, Wonosobo, Pulaupanggung dan Air Naningan, total ada 1.924 TKS yang pada saat itu menerima SK.

loading...

Plt Bupati Tanggamus Samsul Hadi dalam kesempatan tersebut memuji peran para guru TKS, yang sudah memberikan dedikasi tinggi terhadap dunia pendidikan di Kabupaten Tanggamus.

“Guru ini dedikasinya luar biasa,profesi guru adalah profesi yang mulia, sebab memberikan kesempatan bagi masyarakat meraih ilmu.Terimakasih sebesar-besarnya atas pengabdian saudara terhadap dunia pendidikan Tanggamus, “ujar Samsul.

Diakui Samsul, jika selama ini insentif yang diterima guru masih kecil dan belum sesuai dengan harapan. Namun ia yakin, jika guru TKS, ikhlas dengan gaji kecil. Untuk itu, ia atas nama pemkab meminta maaf karena pemberian insentif belum sesuai harapan, dan akan berupaya untuk meningkatkan insentif bagi guru.

“Dulu insentif guru TKS ini Rp300 ribu perbulan dibayarkan pertriwulan dari dana BOS. Sekarang naik menjadi Rp600 ribu/bulan. Kita akan terus berupaya agar honor guru di Tanggamus ini naik, minimal setara dengan upah minimum regional (UMR) Provinsi Lampung. Bagaimana caranya agar insentif tersebut naik, ayo bareng-bareng naikkan pendapatan kabupaten, kita optimalkan kabupaten Tanggamus ini,” ungkap Samsul.

Ia juga meminta agar Disdik Tanggamus dapat membayarkan insentif tepat waktu yakni satu bulan sekali.”Saya tahu pahitnya jadi guru, tapi mereka tetap ikhlas untuk mengajar kendati gaji yang diterima terbilang kecil. Maka dari itu, bayar gaji guru satu bulan sekali,kasihan guru kalau pembayaran insentifnya dilakukan per triwulan, mereka juga punya tanggungan,” kata dia.

Samsul juga menyoroti, kualitas pendidikan di Tanggamus yang menurutnya masih dilevel bawah.”Pendidikan kita terpuruk indeks pendidikan Tanggamus tahun 2015 No 14 dari 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung. Maka dari itu saya minta tingkatkan terus kualitas guru. bekerjalah sebaik-baiknya. Jadilah guru yang baik dan hebat, dicintai anak didik dan jadi teladan masyarakat. Harapan saya indeks prestasi pendidikan bisa naik, syukur-syukur bisa ke peringkat 1,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Samsul juga menegaskan, bahwa tidak ada jual beli jabatan dan untuk menjadi TKS juga tidak dikenakan biaya.”Apabila ada yang meminta dan ketahuan maka akan dipecat baik itu kepala sekolah ataupun guru, karena itu sudah menyalahi aturan ASN. Untuk jabatan kepala sekolah juga tidak ada biayanya. Kalau ada silakan lapor ke saya dan saya juga tegaskan tidak akan mengganti kepala sekolah, sebelum periodenya habis yakni 4 tahun, kepala sekolah bisa diganti apabila yang bersangkutan melanggar peraturan yang berlaku,”tegasnya.

Sementara itu, Kabid Ketenagaan Usman mewakili Kepala Disdik Tanggamus Hamid H.Lubis mengatakan, jumlah seluruh guru TKS di Tanggamus sebanyak 2.171, dari jumlah itu 52 diantaranya tidak tervalidasi. Hal ini lantaran ada sebab-sebab lain, semisal meninggal dunia, sudah tidak aktif mengajar lagi dan pindah domisili.

“Hari ini 1.924 TKS menerima SK. Selanjutnya pemberian TKS dilakukan kembali Minggu (5/2) di Kecamatan Kelumbayan Barat. Ada 247 guru yang akan mendapat SK digelombang tiga. Rinciannya Kelumbayan 52 orang, Kelumbayan Barat 44 dan Cukuhbalak 151 orang,” kata Usman.(rio)

Komentar

Berita Lainnya