oleh

Hari ini Empat Pasar Tradisional Diresmikan

Sinarmerdeka.id, KOTAAGUNG – Empat pasar tradisional yang dibangun Pemkab Tanggamus menggunakan anggaran tahun 2016 sudah selesai dibangun, jika tidak ada halangan, rencananya keempat pasar tersebut diresmikan hari ini (4/1). Ke empat pasar itu yakni Pasar Datarajan, Kecamatan Ulu Belu, Pasar Sumberejo, Pulau Panggung dan Pasar Kotaagung. Peresmikan keempat pasar itu dipusatkan di Pasar Datarajan, Kecamatan Ulu Belu.

Kepala Dinas Perdagangan dan Pasar (Disdagsar) Tanggamus, Mukifli Novem mengatakan, peresmian pasar sendiri nantinya akan dihadiri oleh Wakil Bupati, Hi. Samsul Hadi, M.Pd.I, Forkopimda dan kepala SKPD dilingkup Pemkab Tanggamus.
Dipilihnya pasar Datarajan sendiri sebagai tempat peresmian karena memang telah dijadwal sebelumnya, selain itu tempat serta lokasi yang cukup luas menjadi alasannya.

loading...

“Surat permohonan kepada wakil bupati, untuk meresmikan pasar tersebut, sudah kita sampaikan, dan Insyallah besok (hari ini) empat pasar bisa diresmikan, kalau menurut jadwal sekitar jam 10.00 peresmiannya,”kata Mukifli didampingi Sekretaris Mu’ayin Zen, Selasa (3/1).

Lebih lanjut Mukifli menjelaskan pembangunan empat pasar tersebut semuanya dilakukan pada tahun ini, dengan menggunakan dana alokasi khusus dari Kementrian Perdagangan. Mukifli menjelaskan dari empat pasar yang telah selesai tersebut, tiga diantaranya dibangun ulang, yang artinya selama ini bangunan tersebut sudah ada, akan tepati masih semi permanen, dan ditingkatkan menjadi permanen

“Tiga pasar yang kita bangun permanen yakni Pasar Datarajan, Pulau Panggung dan Sumberejo, sedangkan Pasar Kota Agung dibangun baru, karena untuk mensiasati agar bisa ditempati oleh pedagang yang ditertibkan beberapa waktu lalu,”ujarnya.
Masih menurutnya spesipikasi pembangunan pasar Datarajan,

Pulau Panggung serta Sumberejo, telah dibangun tiga jenis bangunan yakni kios, los dan hamparan, akan tetapi untuk pasar Kota Agung hanya hamparan saja, anggaran pembangunan ke empat pasar tersebut berbeda, yang paling besar yakni Pasar Datarajan yakni mencapai Rp 2,2 Miliar, Pasar Pulau Panggung dan Sumberejo masing masing lebih dari Rp 1 Miliar, sedangkan Pasar Kota agung yakni Rp 950 Juta.

“Memang tidak semua lahan pasar yang dibangun merupakan aset daerah, akan tetapi ada juga aset pekon, yang merupakan aset daerah yakni Pasar Kotaagung dan Pulau Panggung, sedangkan aset pekon yakni Datarajan dan Sumberejo, itu tidak menjadi masalah selama lokasi diperuntukan bagi pasar, kita berharap dengan telah baiknya sarana pasar ini, mampu meningkatkan jual beli, sehingga perekonomian masyarakat dapat lebih meningkat,”tukasnya. (iqb/rio)

Komentar

Berita Lainnya