Hebat Jepang Tetap Normal, Dunia Seakan Mati Akibat Covid-19

SINARMERDEKA.ID.JAKARTA-Negara Jepang hingga kini tetap stabil dalam kondisi Negara lain terpuruk wabah Covid – 19, walau diketahui Negara Jepang pertama yang terkena dampak Covid-19 pada bulan Januari melalui kapal mewah Princess Diamond.

Berikut sedikit cerita serta berbagi pengalaman seorang India yang sedang belajar di Jepang untuk menjadi sebuah perbandingan bagi kita dalam kultur masyarakat di Indonesia, Kamis (02/4/20).

Bahkan hebatnya di Jepang semuanya berjalan normal sampai hari ini. Masyarakat pergi ke kantor setiap hari. Tidak ada restoran dan mall yang ditutup.

Transportasi umum beroperasi secara normal. Semua perbatasan internasional tetap dibuka. Jepang memiliki jumlah manula yang tinggi seperti Italia. Tokyo memiliki jumlah orang asing terbanyak. Orang asing masih diizinkan masuk. Yang dihentikan hanyalah sekolah dan acara publik sebagai satu kebijakan yang dikeluarkan pemerintah Jepang.

Sementara di negara lain, “lockdown” menjadi jalan keluar untuk memutus rantai penyebaran virus Covid-19. Tokyo adalah kota paling padat di dunia. Bagaimana cara mengontrolnya?

Kehidupan berjalan normal seperti biasanya. Kenapa ini bisa terjadi, Mengapa???

Bahwa aturan yang disarankan untuk mencegah penyebaran Covid-19 sudah dipraktikkan oleh orang Jepang sejak kecil.

01. Orang Jepang memakai masker saat mereka bepergian atau keluar

Sekitar 60% orang Jepang memakai masker setiap hari pada hari-hari normal. Mereka juga selalu memakai masker ketika merasa tidak enak badan. Kebiasaan ini sangat membantu menghentikan penyebaran virus.

Biasanya setiap orang yang menghadapi masyarakat umum seperti resepsionis, petugas pemerintah, dokter, perawat, kepala stasiun, staf kereta api, polisi, petugas kebersihan, dll mengenakan masker setiap hari di tempat kerja.

Selama musim dingin anak-anak mengenakan masker setiap hari sehingga mereka tidak mengganggu orang lain ketika terserang flu. Di setiap rumah di Jepang tersedia masker untuk anak-anak dan orang dewasa.

02. Orang Jepang menjalani kehidupan berdasarkan prinsip tidak boleh mengganggu orang lain.

Orang Jepang tidak membuang sampah sembarangan. Kebersihan adalah bagian dari budaya mereka. Mereka diajari bagaimana menjaga bersih dan bagaimana berperilaku di tempat umum sebelum belajar huruf di sekolah.

03. Orang Jepang tidak berjabat tangan tetapi menundukkan kepala untuk menyapa orang lain.

04. Mencuci tangan adalah bagian dari budaya Jepang.

Ada sabun dan pembersih tangan (hand sanitizer) di toilet umum, pintu masuk kantor, dan ruang publik lainnya. Menggunakan pembersih tangan cukup efektif untuk mencegah penyebaran virus.

05. Di toilet orang-orang selalu mencuci tangan mereka.

Selain itu mereka juga membersihkan dan menyeka area wastafel agar orang berikutnya yang menggunakan wastafel tersebut merasa nyaman. Itu adalah kebiasaan yang dipraktikkan secara otomatis, termasuk di tempat umum.

06. Orang Jepang membawa tisu basah untuk membersihkan tangan mereka saat mereka keluar.

07. Orang Jepang terbiasa menjaga jarak sosial dengan siapa saja.

Kebiasaan yang ditanamkan sejak kanak-kanak dan sudah terinternalisasi sebagai bagian dari kepribadian tersebut membentuk budaya yang dipraktikkan secara sempurna setiap hari secara kultur jepang.(rls/skets/kpl/simer)

45 Views