oleh

Jam Operasional Truk di Tangerang Dibatasi, Mulai Pukul 10 Malam Sampai 5 Pagi

 

Sejumlah sopir truk menutup Jalur Pagedangan-Parungpanjang sebagai bentuk protes mereka atas pemberlakuan jam operasional di Jalan Raya Legok-Parungpanjang, Kamis (8/11) lalu.

TIGARAKSA– Pemerintah Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten akhirnya resmi membatasi jam operasional kendaraan barang yang melintasi ruas jalan di wilayah padat industri tersebut. Aturan ini tertuang dalam Peraturan Bupati (Perbup) Tangerang Nomor 46 Tahun 2018 tentang Pembatasan Waktu Operasional Mobil Barang Pada Ruas Jalan di wilayah Kabupaten Tangerang.

loading...

Ya, aturan ini dilakukan untuk mengurangi kemacetan di siang hari dan mencegah turunnya kualitas jalan.Dalam Pasal 3 Perbup itu, ada aturan pembatasan jam operasional kendaraan jenis truk baik golongan 1 hingga golongan 5 hanya beroperasi mulai pukul 10 malam hingga lima pagi.

“Arus volume kendaraan terus mengalami peningkatan, ketika operasional kendaraan bersamaan (truk barang dan kendaraan umum-red) ruas jalan mengalami kemacetan dan bisa juga berimbas pada usia jalan,” terang Bupati Tangerang A Zaki Iskandar, Selasa (13/11)

Disinggung mengenai detail teknis aturannya, Zaki telah menginstruksikan Dinas Perhubungan segera membuat surat keputusan. ” Detail aturan pembatasan akan diatur dalam Surat Keputusan Kepala Dinas Perhubungan,” tambahnya.

Ya, fenomena truk overtonase menjadi pekerjaan rumah Bupati A Zaki Iskandar selama periode kepimpinanya. Publik banyak mengeluhkan jalan rusak akibat lalu lalang truk. Selain itu, truk angkutan berat dituding menjadi biang kemacetan selama ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang Bambang Mardi Sentosa menambahkan, sosialisasi perbup ini akan disampaikan kepada para awak angkutan dan pelaku usaha. ” Kita akan berkordinasi dengan kepolisian dan pelaku usaha dan awak angkutan berkaitan dengan kebijakan ini, hal ini dilakukan untuk kelancaran bersama,” terangnya.

Bambang mengaku ruas jalan seperti Jalan Raya Legok menjadi lintasan terlarang bagi angkutan barang pada siang hari. ” Ruas jalan Kabupaten seperti Jalan Raya Legok, Jalan Raya Selatan Pakuhaji, Jalan Raya Keronjo, Jalan Raya Keresek Balaraja dan lain-lain, menjadi ruas jalan yang terbatas bagi angkutan barang,” tandasnya.

Meski demikian, perbup ini bakal mendapat berbagai respon dari para pekerja dan pengusaha truk yang bertumpu pada jalur tersebut. Sebelumnya, para sopir dan pekerja usaha angkutan berat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Legok Pagedangan menggelar aksi unjuk rasa damai di tengah Jalan Raya Parungpanjang-Legok (Perbatasan Kabupaten Bogor dan Kabupaten Tangerang), Kamis (8/11).

Mereka menuntut agar Pemkab Bogor membuka jalur Rumpin sebagai alternatif kendaran selama penerpaan jam angkutan barat yang dibuat Pemerintah Kecamatan Parungpanjang, Bogor, Jawa Barat diberlakukan. Selain itu, masyarakat menganggap aturan ini merugikan mereka. (tgr-simer)

Komentar

Berita Lainnya