oleh

Jembatan Merah Diharapkan Meningkatkan Perekonomian

Sinarmerdeka.id, WONOSOBO – Pelaksana tugas (Plt) Bupati Tanggamus Hi.Samsul Hadi,M.Pd.I meresmikan jembatan Kabel Stayed yang menghubungkan Pekon Karang Anyar Kecamatan Wonosobo dengan Pekon Karang Rejo Kecamatan Semaka, Rabu (11/1). Jembatan yang memiliki sebutan lain jembatan merah tersebut merupakan jembatan kabel stayed pertama di Sumatera, hal ini tentu menjadi kebanggan tersendiri bagi masyarakat Kabupaten Tanggamus.

Dalam peresmian tersebut, turut dihadiri, Sekretaris Daerah Tanggamus Drs.Hi.Mukhlis Basri, Kapolres Tanggamus AKBP Ahmad Mamora, Dandim 0424 Tanggamus Letkol (Inf) Hista Soleh Harahap, anggota DPRD asal dapil 1 Diki Fauzi dan Ahmadiyan. Kemudian para asisten, staf ahli, kepala SKPD, Camat Wonosobo, Camat Semaka, Uspika, kepala pekon didua kecamatan dan masyarakat.

loading...

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Riswanda Djunaidi mengatakan, pembangunan jembatan kabel stayed dilakukan dalam dua tahap yakni ditahun 2015 abutment (bagian bawah jembatan) dan tiang pancang dikerjakan oleh PT Bungo Intan dengan nilai kontrak Rp2.810.777.000, lalu ditahun 2016 dikerjakan PT Tatayan Karya Abadi dengan nilai kontrak Rp13.523.438.000

“Jembatan ini memiliki panjang 108 meter, lebar 2,5 meter dan tinggi 22 meter. Jembatan dengan menggunakan kontruksi kabel stayed yang menghubungkan dua kecamatan ini merupakan yang pertama di Sumatera, pertama yang miliki jembatan ini adalah Sukabumi, dalam perencanaan dan pelaksanaanya kami selalu berkoordinasi dengan Pusat Jalan dan Jembatan Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PU-PR),”

Dibangunya jembatan ini lanjut Riswanda merupakan keinginan masyarakat yang mana memudahkan akses transportasi masyarakat dalam membawa hasil bumi.” Jembatan yang lama kondisinya tidak memungkinkan lagi, jadi harus dibangun jembatan baru. Ini juga untuk memperpendek jarak antara dua kecamatan, kemudian untuk beban maksimal yang diizinkan sebarat 30 ton, hal ini agar jembatan bisa awet,” ucap Riswanda.

Sementara itu, Plt Bupati Tanggamus Samsul Hadi, mengatakan, dengan adanya jembatan ini maka dapat membuka terisolasinya wilayah Kecamatan Semaka bagian timur.” Tadinya sebelum ada jembatan jarak tempuh dari Wonosobo ke Semaka bisa lama, namun setelah ada jembatan ini selisih waktu bisa dipangkas 30 menit. Jembatan ini juga bisa dilalui roda empat hal ini tentu akan memperangruhi masalah ekonomi. Ada banyak penghematan, seperti efesiensi bahan bakar bagi kendaraan, ongkos angkut hasil bumi juga bisa menurun sehingga memacu percepatan ekonomi masyarakat,” ujar Samsul.

Ia juga berpesan agar, masyarakat dapat menjaga jembatan dengan tidak merusak sehingga bisa awet.” Dijaga jangan dicoret-coret, bautnya jangan dicopot, kalau hal itu dilakukan tentu akan membahayakan kita semua. Sebab jembatan ini bukan hanya sarana transportasi tapi juga bisa berfungsi sebagai sarana wisata dan akan tumbuh pedagang-pedagang kecil sebab Semaka ini banyak orang-orang kreatif seperti di Sedayu banyak yang pintar olah kopi khas Semaka, itulah harapan kita agar perekonomian bagus, kesejahteraan bagus dan saya yakin angka kriminal menurun,” tandas Samsul.

Pembangunan jembatan yang megah tersebut juga mendapat apresiasi dari kalangan legislatif. Anggorta Komisi III Diki Fauzi misalnya, yang mengaku senang dengan adanya jembatan penghubung antar kecamatan. Menurut pria yang berasal dari daerah pemilihan I tersebut, dengan adanya jembatan maka roda perekonomian masyarakat didua kecamatan bisa meningkat.

“Dengan adanya jembatan ini, tentu akan meningkatkan perekonomian masyarakat, sebab mayoritas penduduk Wonosobo dan Semaka adalah petani. Selain itu juga didua kecamatan memiliki potensi pariwisata, kalau akses transportasinya bagus maka akan menambah kunjungan wisatawan. Harapan kami agar pemkab juga dapat terus meningkatkan pembangunan dibidang infrastruktur jalan, khususnya jalan diwilayah Wonosobo dan Semaka,” harap politisi Gerindra itu.

Tokoh masyarakat Semaka Susilo mengaku senang dan bangga atas dibangunnya jembatan merah. Ia berharap jembatan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat didua kecamatan.” Saya mewakili masyarakat mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Tanggamus yang sudah membangun jembatan. Kami masyarakat sangat mendukung pembangunan jembatan ini, sebagai buktinya, tidak ada satupun barang yang hilang selama proses pembangunan jembatan. Dan kami harap agar pemkab tidak berhenti di pembangunan jembatan, sebab sarana jalan di wilayah Semaka juga masih perlu perbaikan,” ujar pria yang juga sebagai Kepala Pekon Karang Rejo itu.(rio)

Komentar

Berita Lainnya