oleh

KAHMI Ikut Tentukan Pemimpin Lampung

Sinarmerdeka.id – Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Provinsi Lampung ikut menentukan pemimpin Lampung ke depan. Terbukti, dalam gelaran Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018, KAHMI bakal ikut mewarnai dengan mempersiapkan calon pemimpin yang bisa membawa rakyat Lampung bahagia di dunia dan akhirat.

Hal itu terungkap dalam diskusi akbar KAHMI di Graha Garuda Yaksa, Bandarlampung, kemarin (11/5). Diskusi bertema KAHMI Membangun Lampung Dunia Akhirat ini menghadirkan sejumlah narasumber alumni HMI. Di antaranya mantan Rektor Universitas Lampung Sugeng P. Hariyanto, praktisi hukum Edy Rifa’i, akademisi Asrian Hendi Cahya, Asad Muzamil, dan Yusuf Yazid.

loading...

Turut hadir alumni HMI diantaranya Ketua Umum KAHMI Lampung, Gunadi Ibrahim, Ketua Dewan Penasehat KAHMI Lampung Zulkifli Anwar dan beberapa alumni lain seperti Arinal Djunaidi, Pattimura, Alwi Siregar, Abi Hasan Mu’an dan beberapa tokoh Lampung lain seperti Irfan Nuranda Djafar dan lainnya.

Diskusi yang dimoderatori oleh Ganjar Jationo ini meminta kepada Yusuf Yazid memaparkan hasil pertemuan para alumni HMI Lampung di Cisarua, Bogor pada 29 April lalu.

Menurut Yusuf Yazid, dalam deklarasi silaturahmi alumni HMI Lampung Sumatera-Jawa di Cisarua pada (29/4) lalu, menghasilkan 5 keputusan. (Selengkapnya lihat grafis)

“Deklarasi ini dihadiri sekitar 85 Alumni HMI Lampung dengan deklarator Ir.H. A. Alwi Siregar, Dr. Eddy Rifai, Prof. Dr. Idzan Fautamu dan Dr. Heni Noviarita,” ungkap Yusuf.

Sugeng P. Harianto salah satu panelis mengatakan, potensi pertanian di Lampung sangat baik seperti gula, kopi, singkong dan jagung. Namun, hal ini harus diperhatikan pangsa pasarnya, sehingga peran dari seorang pemimpin harus dapat memperhatikan pangsa pasar bagi para petani.

“Jangan sampai, petani menanam tumbuhan, ketika sudah panen, mereka kebingungan menjualnya. Makanya peran dari seorang pemimpin inilah yang harus dapat membuat barang-barang yang ditanam petani itu dapat laku terjual,” ungkap sugeng.

Senada diungkapkan panelis lain, Asrian Andi Caya. Menurutnya, secara ekonomi, Lampung cukup baik. Namun, belum mampu mensejahterakan masyarakat.

“Bagaimana peran dari pemimpin Lampung untuk mensejahterakan masyarakat disaat ekonomi yang saat ini cukup baik,” ujarnya.

As’ad muzamil mengatakan, pertautan politik identitas bahwa agama adalah salah satu identitas yang sangat penting. Jadi doktrin agama yang didoktrin adalah agama seseorang yang dianut adalah kebenaran yang mutlak.

“Jadi, mau tidak mau politik identitas ini ada. Agama berperan sebagai dogma yang diyakini kebenarannya. Justru agama adalah perekat,” ujarnya.

Sementara, Arinal Junaidi mengatakan bahwa dirinya telah siap membangun Lampung dengan berada didalam sistem. “Untuk membangun Lampung itu, kita harus ikut berada didalamnya. Makanya saya ingin berada didalam untuk membangun Lampung dalam mengambil kebijakan,”ujarnya.

Zulkifli Anwar yang juga Anggota DPR RI mengatakan, apapun bentuknya, HMI ini merupakan organisasi yang komit terhadap ideologi, walaupun beberapa waktu lalu sempat berubah menjadi dua ideologi.

“Komitnya HMI ini harus diimbangi dengan kadernya baik HMI maupun KAHMI. Saya minta, KAHMI solid bulat satu suara, jangan terpecah-pecah. Karena siapapun orang yang ingin berjuang memimpin Lampung, selagi orang itu KAHMI, kita harus mendukungnya,” ungkap Ketua Dewan Penasehat KAHMI Lampung ini. (rdl/simer)

Komentar

Berita Lainnya