oleh

Kawasan Indo-Pasifik Jadi Rebutan, Azis Syamsuddin: Pemerintah Dituntut Jeli Melihat Situasi

JAKARTA – Ketegangan antara Cina dan Amerika Serikat akan semakin meningkat. Sejumlah spekulasi akan terjadinya konflik militer antara kedua negara pun cukup tinggi. Ini dipicu dengan diplomasi yang kian merenggang dalam beberapa dekade terutama di bawah pemerintahan mantan Presiden AS Donald Trump.

Wakil Ketua DPR RI M. Azis Syamsuddin mengatakan Cina sejak lama mendorong pengaruh global khususnya dari sisi ekonomi. Sehingga muncul persaingan yang kerap tidak sehat terutama dengan Amerika Serikat.

loading...

Dasar penilaian itu, dilihat dari manuver kedua negara yang tak pernah habis dalam memperlihatkan dominasinya. Hingga pada akhirnya, ketegangan Laut Cina Selatan (LCS) menjadi pemantik, kekuatan militer kedua negara bertemu.

“Tentu saja, kemungkinan bentro militer kedua negara ada. Namun harapkan tidak terjadi. Karena ada hitung risiko. Pemerintah Indonesia harus jeli melihat situasi ini. Baik dari sisi keamanan, maupun perang dagang yang kemungkinan menguat lagi,” jelas Azis Syamsuddin dalam keterangan tertulisnya, Senin (15/3/2021).

Ditambahkannya, perebutan pengaruh Amerika Serikat dan Cina di kawasan Indo-Pasifik, dengan praktik militer, jelas akan berpengaruh pada situasi ekonomi di Hongkong, Taiwan, Singapura bahkan Indonesia sebagai negara sahabat kedua negara.

“Ini bisa menjadi peluang jika ditilik dari hubungan ekonomi dan politik. Tapi ini juga bisa menjadi pemicu hambatan dari target pertumbuhan ekonomi nasional. Ada rasio dan angka-angka yang ikut berpengaruh di dalamnya jika konflik pecah,” jelasnya.

Azis menyebut, tidak memungkinkan Pemerintah Indonesia memilih atau berpihak antara Amerika Serikat dan Cina. “Indonesia bebas aktif. Risiko konflik militer kedua negara memang terbuka. Maka kita berharap adanya antisipasi. Saya optimistis Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan TNI juga cermat melihat kondisi saat ini,” pungkas Azis Syamsuddin. (as)

 

Komentar

Berita Lainnya