oleh

Komisi I DPR RI Mukhlis Basri Mendukung Kegiatan KBM


Ragam|55 views

TANGGAMUS–Anggota Komisi I DPR RI Mukhlis Basri mendukung jika kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka. Namun dalam pelaksanaannya sekolah harus tetap menerapkan protokol kesehatan baik bagi peserta didik itu sendiri maupun tenaga pendidik.

Saya rasa semua aktivitas harus tetap berjalan baik dari kegiatan ekonomi maupun sekolah , saatnya keluar dari rumah, karena tidak mungkin selamanya mau dirumah,

loading...

Namun dalam pelaksanaannya baik itu untuk kegiatan ekonomi maupun belajar harus disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan,” ujar Mukhlis Basri yang ditemui usai bertemu dengan Wakil Bupati Tanggamus Hi.A.M.Syafii, Jumat (28/8)

Selain itu lanjut Mukhlis Basri, pembelajaran dengan metode dalam jaringan (daring) juga memiliki kelemahan mulai dari permasalahan sinyal internet hingga sumber daya manusia (SDM).

” Kalau masyarakat ekonomi atas memang paham mengenai internet, android hingga aplikasi, tapi kalau masyarakat bawah ini, apalagi yang hanya mengeyam pendidikan hingga SD mereka kesulitan,”kata mantan bupati Lampung Barat dua periode itu.

Legislator asal PDIP itu juga yakin dan percaya, tim yang dibentuk bupati Tanggamus dalam menyiapkan KBM Tatap Muka akan bekerja dengan baik.

” Ya, saya yakin ibu bupati pasti lebih dulu memastikan bahwa seluruh sekolah sudah benar benar siap dalam menerapkan protokol kesehatan demi keselamatan peserta didik. Selain itu jajaran Pemkab Tanggamus juga harus gencar mensosialisasikan sebelum KBM Tatap muka diberlakukan dan dalam pelaksanaannya nanti harus benar benar diawasi,” pungkas Mukhlis Basri

Senada , Ketua DPRD Tanggamus Heri Agus Setiawan mendukung KBM secara tata muka di Kabupaten Tanggamus yang menurut rencana mulai diberlakukan secara bertahap pada bulan Oktober 2020.

Menurut Heri, pelaksanaan KBM Tatap muka diera Pandemi Covid-19 ini butuh komitment yang kuat antara pihak sekolah dengan orang tua murid. Komitmen tersebut adalah benar-benar menjalankan protokol kesehatan, bukan sekadar formalitas.

Pada prinsipnya kami mendukung pelaksanaan KBM tatap muka dengan syarat semua pihak dapat menerapkan protokol kesehatan covid 19 secara ketat dan disiplin,”ujar Heri, kemarin.

Dilanjutkan Heri, sebelum KBM tatap muka diselenggarakan, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan antara lain memastikan seluruh dewan guru, tenaga teknis dan administrasi serta siswa di lingkungan sekolah bebas Covid 19, kemudian sarana dan prasarana kesehatan pendukung protokol kesehatan harus tersedia di sekolah seperti masker, cuci tangan, serta alat pengukur suhu tubuh (thermogun).

Kemudian pengaturan bangku dan meja di ruang kelas serta ketentuan jam belajar untuk memudahkan penerapan protokol kesehatan.

“Dan yang lebih penting lagi dalam pelaksanaan KBM tatap muka nanti, harus dilakukan kontrol secara rutin terhadap pelaksanaan protokol kesehatan di tiap sekolah dan secara periodik dilakukan evaluasi,”pungkas Heri.(ok/smol)

Komentar

Berita Lainnya