KPUD Tanggamus, Plenokan Data Pemilih, Pilgub-Pilbub 27 Juni 2018

Sinarmerdeka.Id.KOTAAGUNGTIMUR—Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tanggamus menggelar rapat pleno penetapan hasil pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih untuk pemilihan gubernur (pilgub) dan pemilihan bupati (pilbup) 27 Juni mendatang.
Rapat pleno yang dilaksanakan Jumat sore di ruang pertemuan KPU tersebut dipimpin Ketua KPU Tanggamus Otto Yuri Saputera beserta jajaran komisioner lalu dihadiri Sekkab Tanggamus Andi Wijaya, Dandim 0424 Letkol Arh Anang Hasto Utomo, Kadisdukcapil Syarif Husin, Kesbangpol Apjani, Panwas, para PPK dan tim sukses paslon Pilbup Tanggamus.
Ketua KPU Tanggamus Otto Yuri Saputra, dalam sambutannya mengatakan bahwa pleno DPS ini sebagai tindaklanjut dari pleno yang lebih dahulu digelar ditingkat pekon/kelurahan dan kecamatan.
“Data yang tersaji merupakan hasil pengolahan data yang dilakukan oleh teman-teman petugas pemutahiran data pemilih (PPDP) dan sudah diplenokan mulai tingkat pekon hingga kecamatan, setelah di kabupaten nanti dibawa ke provinsi,” ujar Otto.
Dalam pleno, anggota KPU Tanggamus Hayesta F Imanda, membacakan hasil coklit yang telah dilaksanakan sejak 20 Januari – 18 Februari 2018. Selama itu ada masa perbaikan dan pengiriman data pemilih ke sistem data pemilih (sidalih).
“Selama ini verifikasi di sidalih masih terus dilakukan tapi seluruh data pemilih sudah diinput. Hal ini yang membuat penetapan DPS berlangsung lama, dan ini terjadi di seluruh Indonesia,” terang Hayesta, Jumat (16/3).
Jumlah pemilih di Tanggamus totalnya  507.631 pemilih, untuk   pemilih baru sebanyak 104.007 pemilih yang tersebar di 1.581 tempat pemungutan suara (TPS). Pemilih tidak memenuhi syarat 115.408 orang, perbaikan data pemilih 45.662 pemilih. Pemilih yang belum miliki KTP-el dan surat keterangan 30.976 pemilih.
Hayesta mengaku untuk pemilih baru terdiri remaja yang sudah boleh memilih pada tahun ini dan warga pindahan yang masuk ke Tanggamus. Dengan dua unsur tersebut maka pemilih baru di kabupaten ini masih termasuk wajar. Kemudian pemilih yang tidak memenuhi syarat seperti sudah meninggal, pindah dan lainnya.
Untuk perbaikan data pemilih adalah kelompok yang pindah tempat tinggal namun masih dalam Tanggamus. Kemudian perpisahan dengan keluarga inti seperti sudah menikah dan rumah tangganya pisah dengan orang tuanya.
“Untuk pemilih yang belum perekaman kami minta ke disdukcapil nanti agar diberikan bukti sudah perekaman seperti surat keterangan atau sejenisnya. Sebab syarat utama memilih adalah miliki KTP dan surat keterangan untuk kepentingan pilkada,” terang Hayesta.
Hasil dari coklit tersebut diserahkan kepada Sekkab Tanggamus Andi Wijaya selalu Pemkab Tanggamus selain digunakan oleh KPU sendiri. Sebab hasil coklit juga akan diplenokan oleh KPU Lampung.(oy/simer)
166 Views