oleh

Kunjungi Banjir Wonosobo, Bupati Tanggamus Cek Kesiapan Dapur Umum

SINARMERDEKA.ID-Bupati Tanggamus Hj Dewi Handajani bersama Wakil Bupati Tanggamus Hi.A.M.Syafii dan Ketua TP PKK Tanggamus Hj Sri Nilawati menyambangi Pekon Wayliwok, Rabu sore 22 September 2021. Way Liwok merupakan salah satu dari tujuh pekon yang terdampak banjir pada Senin malam lalu.

Dalam kunjungannya tersebut, Bupati dan Wabup melihat dari dekat sungai Way Liwok yang meluap, selain itu bupati dan rombongan meninjau dapur umum untuk menyemangati para relawan yang bertugas menyiapkan makanan bagi warga.

loading...

Bupati dan Wabup juga meninjau Pondok Pesantren Syarif Hidayatullah di Pekon Way Liwok yang juga turut terendam banjir. Dalam kesempatan itu, bupati memberikan tali asih yang diterima langsung pengurus ponpes.

Bupati  Dewi Handajani menyatakan penanganan banjir di Pekon Way Liwok, Kecamatan Wonosobo yaitu dengan normalisasi sungai di bagian hulu.

Menurutnya hal itu adalah langkah yang paling bisa dilakukan. Sebab kondisi di Pekon Way Liwok pada bantaran sungainya sudah menyempit akibat pemukiman warga.

“Langkah normalisasi yang bisa dilakukan adalah normalisasi di hulu. Sehingga saat volume air tinggi maka air bisa tertampung dulu di sana,” ujar Dewi Handajani.

Dilanjutkan bupati bahwa Pemkab Tanggamus akan terus berkoordinasi dengan Pemprov Lampung untuk membantu menangani dan mengantisipasi banjir kembali di Pekon Way Liwok dan pekon lainnya di wilayah Kecamatan Wonosobo

“Kami sudah ada langkah penanganan, dan akan lakukan penanganan agar tidak terjadi lagi banjir minimal bisa diminimalisir dampaknya,”kata Bunda Dewi.

Ia juga mengimbau masyarakat agar hati-hati, waspada memasuki musim hujan. Dan dinas terkait agar inventaris potensi bencana. Sehingga bisa melakukan upaya preventif, sebagai usaha penanganan jika terjadi bencana.

“Saya sudah perintahkan kepala pelaksana BPBD untuk inventarisir kira kira apa langkah-langkahnya apakah harus normalisasi atau perlebaran gorong gorong.

Kami juga mengucapkan terimakasih atas bantuan dari Pemprov Lampung dan pusat dalam penanganan banjir di Wayliwok ini,”pungkas bupati.

Sementara, menurut Kepala BPBD Tanggamus Ediyan M Thoha, untuk normalisasi di sungai Way Liwok yang bisa pada beberapa titik saja, tidak sepanjang aliran sungai. Sebab kanan kiri sungai sudah banyak rumah.

Untuk melakukannya pun dengan eksavator ukuran sedang. Sebab jika eksavator besar tidak bisa masuk dan yang eksavator kecil tidak mampu.

“Mungkin besok eksavator baru bisa kerja, sekarang masih didatangkan dari provinsi,” terang Ediyan.(simer)

Ia pun mengaku memang untuk normalisasi sungai di Pekon Way Liwok tidak gampang. Sebab kondisi sungai yang berkelak-kelok, sisi sungai sudah dibangun pemukiman penduduk, membuat aliran sungai menyempit.

Sehingga lokasi yang bisa dilebarkan hanya pada bagian hulu dan hilir sungai di luar Pekon Way Liwok. Dan beberapa titik saja di Pekon Way Liwok.

Harapannya dengan normalisasi di hulu tampungan air jadi lebih banyak sehingga tidak cepat mengalir. Begitupun normalisasi sungai di hilir, membuat air dari Pekon Way Luwok cepat mengalir.

Sehingga air tidak tertahan lama di aliran sungai Way Liwok. Sebab Pekon Way Liwok memang daerah padat penduduk karena sekitar Pasar Wonosobo. Dan selama ini pun sering banjir hanya tidak besar. Dan baru besar pada Senin-Selasa (20-21) lalu yang besar.(simer)

Berita Lainnya