Lagi, Satnarkoba cokok enam Pengguna narkoba satu diantaranya Honorer DPRD

SINARMERDEKA.ID.KOTAAGUNG–Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tanggamus mengamankan enam pria terduga penyalahgunaan Narkoba jenis Sabu di Kecamatan Kota Agung, Selasa (4/2) pagi. Satu dari enam orang yang diamankan merupakan oknum pegawai honor sekretariat DPRD Tanggamus berinisial B warga Kelurahan Baros Kecamatan Kotaagung.

Selain B, polisi juga mengamankan ED (37) warga Kelurahan Baros, RS (28) dan AW (28) warga Pekon Negeri Ratu serta MR (26) dan RD (39) warga Kelurahan Pasar Madang.

Pantauan di Polres Tanggamus petugas, kendaraan Opsnal Satresnarkoba tiba di Mapolres Tanggamus, lalu menurunkan para terduga dengan tangan terborgol dan menggelandangnya ke ruang penyidikan Satresnarkoba.

Kasatresnarkoba AKP Hendra Gunawan, mengungkapkan, penangkapan berawal dari informasi masyarakat bahwa ada oknum honorer DPRD Tanggamus warga Kelurahan Baros sering mengkonsumsi sabu. Sehingga pihaknya melakukan penyelidikan dan menangkap B saat berada di rumahnya.

“Dari penangkapan B, petugas melakukan pengembangan sehingga 5 lima pelaku lain juga berhasil diamankan ditiga tempat berbeda di Kecamatan Kota Agung,” ujar Hendra Gunawan mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, Selasa sore (4/2).

Lanjutnya, dari penangkapan para terduga, turut sejumlah barang bukti berupa puluhan paket hemat Narkoba jenis Sabu seberat 10 gram, alat pakai sabu dan sejumlah handphone.

“Dari tangan para terduga, petugas berhasil mengamankan barang bukti kurang lebih 10 gram lebih dan berdasarkan hasil tes urine ke enamnya positif narkoba, “papar Kasatresnarkoba.

Terkait keterlibatan terduga B yang merupakan oknum honorer DPRD Tanggamus itu, Hendra Gunawan menerangkan bahwa peran B hanya pembeli.

“Klasifikasi untuk B sendiri adalah pembeli, lalu kita kembangkan keatasnya,” tegasnya.

Saat ini para terduga masih dilakukan pemeriksaan intensif di ruang penyidikan Satresnarkoba Polres Tanggamus.

“Atas perbuatannya, para terduga dapat dijerat pasal 112, 114 dan 127 UU Nomor 35 Tahun 2009,” pungkasnya.

Sementara berdasarkan keterangan B, ia mengaku mendapatkan barang haram tersebut dengan membeli kepada RS seharga Rp 150 ribu yang dipakainya Senin malam.

“Beli kemarin sore, dipakainya Senin malam,” kata B dihadapan penyidik.

Ditempat sama terduga RS, mengakui menjual kepada B dan mendapatkan sabu dari rekannya di Bandar Lampung dengan membeli seharga Rp 4 juta kemudian dipecah menjadi 40 paket hemat seharga Rp150 ribu.

“Belinya Rp4 juta, tapi baru dibayar Rp2 juta, dipecah menjadi 40 paket harga Rp150 ribu. Sudah laku dua termasuk yang dibeli BD,” ucapnya.

Sementara, Kabag Humas Sekretariat DPRD Tanggamus, Usman mengaku belum mengetahui prihal adanya oknum honorer di Sekretariat Dewan yang diamankan polisi terkait penyalahgunaan sabu.

“Belum tahu saya, malah ini baru tahu dari informasi mas. Tadi rapat sampai sore di kantor tidak ada yang membahas ini, “ujar Usman.

Kalaupun benar oknum yang bersangkutan adalah betul Honorer di Sekretariat dewan. Usman mengaku yang mempunyai kebijakan untuk pemberian sanksi adalah pimpinan dalam hal ini Sekretaris Dewan.” Kalau untuk sanksinya itu ranahnya pimpinan, yang jelas kami hormati proses hukum yang berlaku, “pungkas Usman.

Terpisah, Sekretaris Daerah Kabupaten Tanggamus, Hamid H Lubis mengatakan bahwa pemerintah daerah menyerahkan dan menghormati proses hukum yang sedang dilakukan aparat yang berwenang.” Kita serahkan semuanya kepada aparat penegak hukum, “singkat sekda. (simer)

37 Views