Lampung miliki alat PCR Tes Swab, deteksi orang positif atau tidak Covid-19

Sinarmerdeka.id.Kotaagung—Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani, SE.,MM., bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) mengikuti Rapat Koordinasi melalui Vidio Conferens bersama Gubernur Lampung Ir Arinal Djunaidi, di ruang rapat bupati, Selasa (19/5).

Kegiatan tersebut di hadiri Wakil Bupati, AM.Syafii, S.Ag., Kapolres Tanggamus, AKBP. Oni Prasetya, SIK., Dandim 0424, Letkol.Inf. Arman Aris Sallo, Kepala Kejaksaan Negeri Tanggamus, David Palapa Duarsa, Ketua DPRD, Heri Agus Setiawan, Para Asisten, Staf Ahli Bupati, Kepala OPD dilingkungan Pemkab Tanggamus

Gubernur Lampung menyampaikan, dalam rangka pencegahan penyebaran Covid 19 dimana ummat muslim dalam waktu dekat akan melaksanakan Shalat Idul Fitri, maka Gubernur menegaskan meniadakan shalat berjamaah dilapangan, dimasjid dan diganti dengan shalat Idul Fitri di rumah masing-masing.

Arinal menginginkan kepada para bupati/walikota agar meningkatkan sinergi dan koordinasi kepada lembaga atau tokoh keagamaan termasuk ulama, TNI, Polri, untuk bersama-sama melakukan sosialisasi menyampaikanya kepada masyarakat. Dan melarang perayaan malam lebaran yang sifatnya Eforia sehingga menimbulkan kerumunan massa seperti takbir keliling dan sejenisnya.

Untuk efektif dan efisien kerja agar juga melibatkan aparat desa, babinsa dan babinkamtibmas. Kata Gubernur
Mengharapkan juga agar bupait/walikota meningkatkan upaya sosialisasi larangan mudik pada masyrakat secara insentif dan masif.sampai pandemi dapat diatasi.

Gubernur juga menyampaikan kepada bupati dan walikota bahwa Lampung sudah punya alat PCR (Polymerase chain reaction) dimana kita sendiri bisa melakukan Swab dilampung sehingga waktunya singkat 6 jam sudah bisa diketahui bahwa pasien di Kabupaten tersebut positif atau tidak.

“wilayah terkontaminasi, maka sebaiknya dilaksanakan rapit tes untuk lebih tau untuk mengatasinya, maka sebagai arahan tidak apa dilakukan agar lebih cepat penanganannya harap Gubernur

Bupati Tanggamus Dewi Handajani dalam laporanya kepada Gubernur menyampaikan kondisi di Kabupaten Tanggamus terkait dengan Covid 19, untuk ODP (Orang Dalam Pemantauan) per hari ini (Selasa19/05) ada 14 orang, data ini selalu menurun.

Selanjutnya, bersama jajaran Forkopimda selaku Satuan Gugus Tugas Kabupaten Tanggamus secara intensif dan masif melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat baik ditempat yang berpotensi terjadi kerumunan massa seperti pasar dan tempat lainnya, memang diakui masyarakat masih rendah kesadarannya untuk melakukan disiplin tentang protokol kesehatan dalam pencegahan covid 19, seperti penggunaan masker, namun tidak putus asa melakukannya.

“Insyaallah kami akan membuat tim gabungan khususnya kepasar-pasar dalam rangka edukasi protokol kesehatan pada masyarakat, ada 13 titik yang terdiri dari 1 titik 50-60 personel dan mudah-mudahan ini akan lebih efektif lagi untuk menjaga agar Kabupaten Tanggamus tetap pada posisi zona hijau,” kata Dewi.

Kemudian terkait dengan pelaksanaan sholat Idul Fitri, di Kabupaten Tanggamus sebetulnya sejak awal memasuki bulan suci ramadhan bersama forkopimda dan ormas islam FKUB telah melakkan sosialisasi pada masyarkat untuk shalat id dilaksanakan dirumah dan seperti yang telah disampaikan provinsi bahwa keputusan dari MUI ini Shalat Idul Fitri dirumah saja dan tatacara shalat sudah dibagikan kepada masyarakat.

Bupati mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Pemprov Lampung kepada Kabupaten Tanggamus baik itu berbentuk APD dan lainnya, serta kepedulian dari banyak pihak terkait pecegahan covid 19 ini, seperti perusahaan-perusahaan yang ada di Tanggamus yang ikut berpartisipasi dalam menyebarkan CSR nya, dalam bentuk sembako, bahan pangan ataupun APD.

“saya juga menyampaikan kepada Gubernur, pelaksanaan penyaluran bantuan sosial baik itu BLT Dana desa, BPNT, BST berjalan lancar , bekerja sama dengan Bank BRI sampai saat ini tidak ada kendala dan kami tetap menunggu arahan provinsi selaku gugus tugas lampung Katanya

Gubernur menyampaikan terimakasih atas keinginannya Pemkab Tanggamus untuk melakukan Repit Tes, gubernur sangat senang, karena Tanggamus berani menanganinya, mengamil resikonya untuk penyelesaian agar Corona itu tidak berkembang di Tanggamus.

Terkait dengan masalah persiapan ruang isolasi, sesuai dengan apa yang diharapkan oleh Gubernur jika ada warga yang positif, saat ini Pemkab Tanggamus telah melakukan rehab dari gedung RSUD yang selama ini belum berfungsi maksimal, dijadikan ruang isolasi jadi ada penambahan ruang isolasi apa bila ada yang positif di Tanggamus.

Bupati menyampaikan saat ini Tanggamus memiliki 17 Puskesmas rawat inap dimana 14 puskesmas rawat inap yang ada sedang dibangun untuk ruang isolasi.
“Jadi nanti puskesmas rawat inap sudah memiliki ruang isolasi sendiri, saat ini prosesnya sedang naik bata, dan mudahan ruang isolasinya bisa juga berfungsi untuk penanganan kesehatan lainnya, dan berharap tanggamus tetap zero covid 19,” pungkas bupati.(rez/simer)

29 Views