Membawa Kayu Sonokeling, Pembalak Liar di cokok

Sinarmerdeka.id, PULAUPANGGUNG–Satu orang pelaku pembalakan liar (Illeggal Loging) kayu sonokeling ditangkap aparat Polsek Pulau Panggung. Dalam penangkapan ini, Polsek Pulaupanggung diback up Tekab 308 Satreskrim Polres Tanggamus, Selasa (22/10) malam.

Adapun pelaku yang ditangkap berinisial H (30) warga Pekon Air Kubang, Air Naningan. Dari tanganny diamankan 12 balok kayu jenis sonokeling yang berasal dari wilayah register 39 yang menjadi kewenangan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Batu Tegi

Kapolsek Pulau Panggung Iptu Ramon Zamora, mengatakan, penangkapan terhadap tersangka, setelah sebelumnya, pihaknya mendapatkan laporan dari warga kelompok Hutan Kemasyarakatan (HKm) yang mengeluhkan aksi pembalakan liar di wilayah tersebut.

“Tersangka kita amankan saat melintas di Pekon Datar Lebuay Kecamatan Air Naningan sekira pukul 21.00 WIB. Adapun perannya sebagai supir L 300 yang mengangkut kayu jenis sonokeling dari wilayah register 39, “kata Ramon mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, Rabu (23/10).

Ramon menjelaskan, dari penangkapan itu, pihaknya telah melakukan pengembangan terkait pemilik kayu sonokeling yang didapat dari wilayah register tersebut.

“Setelah kita dapatkan informasi, kami langsung melakukan penggerebekan ke rumah tersangka pemilik kayu, namun pelaku sudah terlebih dahulu melarikan diri, dan telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO),” ujar kapolsek.

Dilanjutkan Kapolsek, saat ini pihaknya telah menetapkan sebanyak empat orang tersangka yang berhasil kabur saat penggerebekan.

‌”Barang bukti yang berhasil kami amankan, 12 balok kayu sonokeling yang dimuat dalam kendaraan mobil L 300 dengan nomor plat palsu BE 8404 UP, 3 golok, mesin pemotong kayu kecil, sebuah senter, 2 meteran, 2 buah HP, dan sejumlah kunci mesin,” ungkap Ramon.

Ditambahkan Kapolsek, pihaknya masih melakukan pengembangan terkait kasus pembalakan liar, yang diketahui sudah meresahkan masyarakat tersebut.

Atas perbuatannya melakukan pengangkutan kayu hasil illeggal logging tersangka dijerat pasal 83 ayat 1 hurup B, UU RI nomor 18 Tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan pengrusakan hutan.

“Ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara dan denda maksimal Rp2,5 miliar,” tandasnya. (smoL)

69 Views