oleh

Guru Penggerak? Agen Perubahan Pendidikan

TANGGAMUS–Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tanggamus menyatakan siap mendukung dan memfasilitasi program guru penggerak di Kabupaten setempat.

Menurut Sekretaris Disdik Tanggamus, Lauyustis, Kabupaten Tanggamus merupakan salah satu diantara kabupaten/kota yang masuk dalam program guru penggerak.

loading...

Dirinya berharap kiranya depan pembangunan pendidikan dimulai dari guru dan dimotori oleh guru penggerak yang menjadi teladan dalam proses pendidikan yang berpusat pada anak dengan penekanan pada pembangunan karakter yang berpijak pada nilai-nilai ke-Indonesiaan.

Kami sanggat mendukung program guru penggerak ini. Semoga peran guru penggerak dapat membentuk serta mengembangkan karakter murid menjadi lebih baik lagi,”

ujar Lauyustis mewakili Kepala Disdik Tanggamus Aswien Dasmi, Kamis (16/7).

Untuk diketahui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan program Guru Penggerak pada Jumat, 3 Juli 2020. Melalui program ini, Kemendikbud berkomitmen memajukan ekosistem pendidikan di Indonesia yang lebih baik dengan melahirkan agen-agen perubahan yang berpusat kepada murid.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Iwan Syahril mengatakan program guru penggerak dituntut untuk berfokus pada pedagogi, serta berpusat pada murid dan pengembangan holistik.

Guru penggerak ini dengan suci hati mendekati sang anak, tidak untuk meminta sesuatu hak, namun untuk berhamba pada sang anak,”

demikian disampaikan Iwan pada Bincang Sore melalui video virtual di Jakarta, pada Senin (13/7)

Analogi berhamba ini, kata Iwan adalah betul-betul totalitas apa yang diberikan oleh guru sebagai pendidik dan semua penggiat yang ada dalam ekosistem pendidikan dengan fokus kepada bagaimana melayani anak.

“Inilah sebenarnya yang kita inginkan dari seluruh guru di Indonesia, seperti pesan Ki Hajar yaitu berpusat kepada murid,” kata Iwan.

Oleh karena itu, guru penggerak dituntut untuk dapat menjadi teladan, serta bisa memotivasi sehingga menguatkan kemampuan untuk memberdayakan murid.

“Ini yang kita maksud sesuai dengan yang dipesankan oleh Bapak Pendidikan kita. Tumbuh kembang secara holistik yaitu jalan secara cipta, rasa, dan karsa. Tajam pikirannya lalu kemudian halus rasanya, lalu kuat dan sehat jasmaninya,” ujar Iwan.

Untuk itu, guru penggerak hadir sebagai agen perubahan ekosistem pendidikan. Program Guru Penggerak ini bertujuan untuk mencari bibit-bibit pemimpin ekosistem pendidikan di masa depan.

Iwan melanjutkan guru penggerak ini hadir menjadi teman belajar yang penuh inspirasi dan menguatkan semangat bagi guru-guru lain. Bagaimana pun kondisi yang ada, guru penggerak tidak akan patah semangat dan tidak mudah putus asa, tetapi terus berjuang dengan sebaik mungkin. “Ini hal yang sangat penting yang perlu kita terus komunikasikan ke semua pemangku kepentingan,” tutur Iwan.(ok/smol)

Komentar

Berita Lainnya