Menguji Nyali Pariwisata Tanggamus-Festival Teluk Semaka Bakal di Helat

○Wisata Waylalan Tampil- Wajah Baru

SINARMERDEKA.ID.KOTAAGUNG–Setelah sempat vakum,
Festival Teluk Semaka (FTS) tahun ini kembali diadakan.Rencananya event yang mengeksplor pariwisata Tanggamus ini berlangsung 11-12 September 2018.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Tanggamus Hj. Retno Noviana mengatakan, kegiatan FTS 2018 dipusatkan di air terjun Way Lalaan, Pekon Kampung Baru, Kecamatan Kota Agung Timur. Menurut Retno tidak diadakannya FTS 2017, karena kondisi pemerintahan saat itu tidak mendukung.

“Kami adakan lagi Festival Semaka tahun ini untuk menumbuhkan lagi pariwisata. Sebab sekarang ini banyak spot-spot wisata baru di Tanggamus, dan untuk memancingnya harus dengan agenda wisata,” ujar Retno, Rabu (29/8).

Dijelaskannya dalam festival kali ini agenda kegiatan pertama yang digelar yakni rute wisata atau Tour D’Semaka Dimulai 11 September 2018. Rutenya dari Pekon Sidokaton, Kecamatan Gisting, lalu ke Pantai Karang Bolong, di Pekon Tegineneng, Kecamatan Limau, dan berakhir di Way Lalaan, untuk kegiatan ini melibatkan 50 bloger atau penulis lepas yang aktif di dunia maya. ” Targetnya mereka dapat menulis tentang Festival Teluk Semaka dan tempat-tempat wisata di Tanggamus. Sehingga tempat-tempat pariwisata tersebut bisa lebih dikenal,” terang Retno.

Pada malam harinya, lanjut Retno, ada sarasehan pariwisata di Pantai Muara Indah, Kota Agung sebagai ajang diskusi manampung masukan demi kemajuan pariwisata. Pesertanya bebas dan dilibatkan para penggerak wisata seperti kelompok sadar wisata (pokdarwis) serta narasumber yang terkait dengan pariwisata. Kemudian pada puncak kegiatan 12 September 2018 di Way Lalaan.

“Pilihan Way Lalaan sebagai launching hasil pembangunan yang sudah dilakukan di Way Lalaan selama ini. Maka Way Lalaan sekarang sudah tampil dengan wajah baru,” kata Retno.

Agenda kegiatan di Way Lalaan berupa pentas seni dimulai dari tari kolosal melibatkan 250 pelajar tingkat SMA yang akan menampilkan tari Selandang. Tari itu sebagai simbol pengisahan Way Lalaan.

Lalu dilanjutkan dengan pentas seni dari beberapa paguyuban seperti dari KBBS yang di dalamnya warga suku Semendo, FBSB dari suku Padang, Fajar dari suku Sunda, TTKDH dari suku Banten, Reog dari suku Jawa, Pincak Khakot dari Lampung dan barongsai dari suku Tionghoa.

“Kami juga akan kenalkan dan kukuhkan ornamen belahketupat sebagai ornamen khas Tanggamus. Sebab selama ini sejarahnya ornamen belahketupat memang dari pesisir,” papar Retno.

Ia mengaku, nanti juga akan didirikan saung-saung untuk menyulapnya tempat Way Lalaan menjadi kampung wisata. Desainnya adalah miniatur perkampungan wisata yang nanti diisi oleh pokdarwis-pokdarwis.

Lantas puncak untuk kelibatan masyarakat adalah lomba kuliner dengan bahan utama otak-otak. Peserta umum yang akan berlomba mengkreasikan cemilan itu jadi makanan kreasi, dari segi gabungan dengan bahan dan hiasan lain. Nantinya disediakan 5.000 makanan otak-otak gratis bagi pengunjung.

“Kami juga mengukuhkan otak-otak asal Tanggamus. Nanti ada julukan baru bagi Tanggamus yakni Negeri Seribu Otak-otak. Untuk menguatkan hal itu, maka akan disediakan 5.000 otak-otak gratis dan siapa saja boleh makan,” jelas Retno. (boy/simer)

159 Views