oleh

Menkum HAM klaim kinerja paling baik

Sinarmerdeka.id – Presiden Joko Widodo sempat menyinggung bakal mencopot menteri yang dianggap bekerja tidak sesuai target. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM) Yasonna Hamonangan Laoly mengaku tak khawatir dengan ancaman tersebut.

“Nggak ada masalah yang penting kita ini kerja terus, urusan hasilnya dinilai oleh bos (presiden). Ya kan? Kita kerja saja,” kata Yasonna usai menghadiri Upacara Hari Bhakti Pemasyarakatan Ke-53 di Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, JL. Veteran No.11, Jakarta Pusat, Kamis (27/4).

loading...

“Kecuali kita berleha-leha, tidak ada kerja, tidak ada proposal (itu baru jadi masalah),” sambung dia.

Yasonna mengklaim kinerjanya cukup moncer. Indikatornya, Kemenkum HAM adalah kementerian pertama yang bisa mengelola anggaran dengan baik. Tercatat, pada 2016 Kemenkum HAM memperoleh prestasi paling baik dalam pelayanan publik.

“Tahun 2016 kita maju, bagus, memperoleh top pelayanan publik. Tiap tahun kita terus memperoleh, itu yang kita lakukan,” terang Yasonna.

Kendati demikian, Yasonna tetap menyerahkan sepenuhnya kepada Kepala Negara untuk mengevaluasi kinerja para menteri kabinet kerja. Presiden mempunyai hak untuk mencopot menteri yang dianggap bekerja tidak sesuai target.

“Kalau ini (prestasi Kemenkum HAM) tidak apa (berarti), kita serahkan saja hanya kepada dua, Presiden dan kepada yang di atas (Tuhan),” ujarnya.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) ini menambahkan, ancaman pencopotan menteri yang bekerja tidak sesuai target tak mengganggu kinerjanya di Kemenkum HAM. Yasonna mengaku terus bekerja seperti biasanya. “Nggak (terganggu) lah, kalian lihat mukaku ketawa-ketawa saja,” ucapnya. (mdk/*

Komentar

Berita Lainnya