oleh

Nasib Pasien Covid, Isolasi di Puskesmas di Tolak Warga


Daerah|28 views

KOTAAGUNG – Beberapa hari belakangan ini kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Tanggamus terus bertambah. Saat ini jumlah kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Tanggamus yang terkonfirmasi sudah mencapai 32 orang.

Namun sayangnya fasilitas ruang isolasi di RSUD Batin Mangunang Kotaagung hanya mampu menampung maksimal 13 Pasien Covid-19. Saat ini ruangan tersebut sudah penuh. Akibatnya, pasien baru terpaksa harus dirujuk ke ruang isolasi yang ada di Puskesmas.

loading...

Namun sayangnya, rujukan isolasi ke Puskesmas berdasarkan keputusan dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tanggamus itu menimbulkan polemik di masyarakat. Tidak sedikit masyarakat yang menolak Pasien Covid-19 di rujuk ke ruang isolasi Puskesmas. Seperti yang terjadi di Puskesmas Sukaraja Kecamatan Semaka beberapa hari lalu. Kemudian protes keras dari ratusan masyarakat yang menolak adanya pasien Positif Covid-19 dirawat diruang isolasi Puskesmas Siringbetik.

Menanggapi hal itu, Tim Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tanggamus menyatakan jika ruang isolasi di Puskesmas memang diperuntukan bagi pasien Positif Covid-19.

“Ruang isolasi di kecamatan dibuat memang untuk menampung pasien Positif Covid-19 dengan jumlah maksimal 3 dan kalau bisa 2 orang. Karena kalau semuanya ditampung di RSUD Batin Mangunang bisa overload, yang ada penangananya juga nanti jadi tidak maksimal. Sedangkan sirkulasi udara pasien juga harus dibuat bagus dan sehat serta gizinya harus bagus supaya imunya itu naik dan bisa menghantam virus,” kata Sekretaris Satgas Penanganan Percepatan Covid-19 Kabupaten Tanggamus Hamid H. Lubis kepada wartawan.

Sekda Kabupaten Tanggamus ini juga berandai apabila mereka atau keluarganya ada yang positif Covid-19, kemudian ruang isolasi penuh, lalu mereka atau keluarganya ditempatkan di Puskesmas, kemudian masyarakat disekitar Puskesmas tersebut menolak.

Gimana rasanya,” ucapnya. “Toh sekali lagi pasien bukan dibiarkan berkeliaran, tetapi dimasukan ke dalam satu ruangan, dikunci, diurus makan minumnya dan vitaminya,” imbuh sekda.

Ia menambahkan, sejak awal pihaknya memang sudah memutuskan untuk membangun ruang isolasi dengan harapan ruangan tersebut tidak terisi. “Doanya sih dulu mudah mudahan ruangan isolasi mubazir maksudnya gak bakal terpakai, tapi ternyata hal yang tidak kita inginkan terjadi juga,” tuturnya.

Ia menambahkan, meski apapun yang dilakukan selalu disalahkan, namun itulah tanggungjawab pemerintah.

Kalau ruang isolasi ini nggak dimanfaatkan salah, dimanfaatkan ada penolakan, kan serba salah. Tapi ya sambil berjalanlah, mudah mudahan masyarakat ini lebih sadar,” ungkapnya.

Sementara Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Tanggamus mengaku semua pasein Covid-19 yang dirawat di puskesmas sudah dipindahkan ke RSUD Batin Mengunang, Kota Agung.

Menurut Kasi Survailance dan Imunisasi, Bambang Sutejo, pemindahan karena adanya keberatan dari warga sekitar dan untuk menjaga kondusivitas terkait Covid-19 di masyarakat.

Penolakan terjadi di Puskesmas Siring Betik, Kecamatan Wonosobo pada Selasa (22/9) malam. Dan akhirnya kedua pasien yakni nomor 030 dan 031 dipindahkan ke RSUD Batin Mangunang, Kota Agung.

Kemudian berlanjut juga untuk pasien yang dirawat di Puskesmas Sukaraja, Kecamatan Semaka. Di tempat ini dirawat pasien nomor 27 dan 28. Mereka pun dipindahkan ke RSUD Batin Mangunang.

“Semuanya sekarang sudah dipindahkan ke RSUD Batin Mangunang, meski yang dirawat di Puskesmas Sukaraja tidak ada penolakan tapi tetap dipindahkan juga untuk kondisivitas,” kata Bambang mewakili Kadiskes Taufik Hidayat.

Selama ini pasien yang dirawat di puskesmas ada empat orang. Mereka dibagi ke dua puskesmas, yakni Sukaraja, Kecamatan Semaka dan di Puskesmas Siring Betik, Kecamatan Wonosobo.

Pertimbangan mereka di rawat di puskesmas karena tergolong pasien dengan kondisi orang tanpa gejala (OTG). Dengan kondisi tersebut maka para medis dan sarana di puskesmas mampu.

Sekaligus juga mengurangi beban rumah sakit RSUD Batin Mangunang yang sudah menampung 15 orang pasien. Terdiri pasien nomor 013 sampai 026, lalu nomor 029 dan nomor 032.

Dengan pemindahan ini maka kini pasien yang dirawat di RSUD Batin Mangunang totalnya 19 orang. Sudah dekati batas maksimal daya tampungnya yakni 20 orang.

Menurut Bambang, perawatan bagi pasien dengan kondisi OTG di puskesmas-puskesmas masih tetap dikaji. Jika secara kesiapan, puskesmas rawat inap memang sudah siap.

“Kalau dirawat di puskesmas masih kami kaji lagi, kalau segi persiapan sudah ada, tapi mungkin juga karena penolakan itu jadi pertimbangan,” kata Bambang.(ok/smol)

Komentar

Berita Lainnya