Oknum Honorer Dishub Kurir Ganja

Sinarmerdeka.id – Narapidana (napi) diduga terlibat peredaran narkoba. Ini diketahui dari ungkap kasus yang dilakukan anggota Subdit 3 Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung.

Polisi menangkap empat tersangka berikut barang bukti 33 kilogram lebih ganja. Mereka adalah Nuriza (27), oknum honorer Dinas Perhubungan (Dishub) Bandarlampung yang tinggal di Jalan Hayam Wuruk, Kedamaian.

Kemudian Welyadi (48), warga Jalan Tamin, Sukajawa, Tanjungkarang Barat (TkB); Roy Satria Guntara (19), warga Jalan Ikan Pari, Telukbetung Selatan; dan M. Taufik (31), warga Jalan Abdi Negara, Telukbetung Utara.

Dirresnarkoba Polda Lampung Kombes Abrar Tuntalanai mengatakan, penangkapan dilakukan Senin (12/6). Awalnya, ada informasi transaksi narkoba di Jalan Tamin. Polisi bergerak dan mengamankan Welyadi, Roy, serta Taufik.

’’Kami langsung melakukan penggerebekan. Barang bukti yang disita berupa 12 paket kecil dan satu paket sedang ganja,” kata Abrar dalam ekspose di markas Ditresnarkoba Polda Lampung kemarin (15/6).

Kasus ini dikembangkan dan kembali didapat informasi akan ada pengambilan beberapa kilogram ganja kering. Selasa (13/6), polisi bergerak dan mengamankan Nuriza alias Boy saat akan menuju kediamannya.

”Tersangka Nuriza membawa tas berisi 6 kilogram daun ganja kering. Saat rumahnya digeledah, ditemukan 27 kilogram daun ganja kering di dalam lemari pakaian,” urainya.

Abrar menuturkan, berdasar pengakuan Nuriza, ganja tersebut milik rekannya yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Way Huwi.  Daun haram itu berasal dari Aceh.

”Pengakuannya, 33 kilogram ganja itu milik napi berinisial AG. Jadi, AG menghubungi Nuriza untuk menerima ganja. Setelah itu, ia menunggu instruksi AG untuk memberikan ganja tersebut kepada seseorang,” sebut Abrar.

Untuk mengantarkan ganja tersebut, Nuriza mendapat upah Rp5 juta. ”Nuriza baru mendapatkan Rp2 juta. Setelah barang sampai, AG kembali memberi uang Rp3 juta,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Pengamanan Lapas Narkotika Kelas IIA Bandarlampung Denial Arif menyatakan pihaknya sudah memeriksa AG.  ”Kami kerjasama dengan Polda Lampung. Napi tersebut sudah diperiksa,” kata Denial dihubungi kemarin.

Hasilnya, AG terbukti mengendalikan peredaran narkoba. ”Setelah pemeriksaan, kami mengambil tindakan dengan memisahkan napi tersebut dari yang lain,” tegasnya.

Sebelumnya, napi Lapas Narkotika Kelas IIA Bandarlampung juga diduga mengendalikan peredaran narkoba. Ini terungkap dari penangkapan dua tersangka yang dilakukan anggota Satresnarkoba Polresta Bandarlampung, Desember tahun lalu.

Mereka adalah Yiorhys Putra (22), warga Jalan Kesehatan, Pahoman dan Latif Kurniawan (26) warga Jalan Khairil Anwar, Tanjungkarang Pusat. Polisi menyita barang bukti satu paket sabu seberat 10 gram, satu unit ponsel dan motor Honda BeAt tanpa plat nomor.

Keduanya mengaku mendapatkan sabu dari RK, napi Lapas Narkotika Kelas IIA Bandarlampung. Mereka berhubungan melalui ponsel.

Sebelumnya, AD, napi yang mendekam di Lapas Narkotika Kelas IIA Bandarlampung juga disebut terlibat peredaran narkoba. Ini berdasarkan pengakuan Yuarman (50), warga Jalan Bukit III, Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Tanjungkarang Timur yang dibekuk anggota Satnarkoba Polresta Bandarlampung, April 2016 silam.

Napi lain yang diduga terlibat adalah TS. Ini diketahui berdasar  ungkap kasus yang dilakukan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung. (rdl/simer)

168 Views