by

Operasi Patuh Krakatau 707 Pelanggaran Kena Tilang

Sinarmerdeka.id, KOTAAGUNG – Polres Tanggamus. Jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tanggamus menggelar Operasi Patuh Krakatau 2017 di jalan lintas barat Pekon Sidoharjo Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, Lampung, Jum’at (12/5).

Kanit Patroli Sat Lantas Polres Tanggamus, Ipda Irwan mewakili Kasat Lantas AKP Sofyan, SH., mengatakan Operasi Patuh Krakatau 2017 diselenggarakan selama 14 hari dimulai sejak 9 Mei sampai dengan 22 Mei 2017 mendatang yang sarat akan kepatuhan lalulintas itu diawali dengan apel gelar pasukan.

Dia menjelaskan, sasaran utama operasi patuh adalah para pengendara yang melebihi batas kecepatan, tidak memakai helm, tidak membawa surat – surat kendaraan, melanggar lampu merah dan marka jalan.

“Selama tiga hari pelaksanaan operasi patuh kami sudah melakukan penindakan sebanyak 215 pelanggar yang didominasi para pengguna kendaraan roda dua (R2) karena tidak menggunakan helm, dan tidak menyalakan lampu pada siang hari,” papar Ipda Irwan.

Sementara itu untuk keseluruhan pelanggar melalui data Traffic Management Center (TMC) Sat Lantas Polres Tanggamus, 707 pelanggar telah dilakukan penindakan melalui Tilang di Kabupaten Tanggamus dan Pringsewu.

Namun diakuinya, ada beberapa pengguna kendaraan roda empat (R4) yang dilakukan penindakan. Menurutnya, para pengguna kendaraan roda empat (R4) yang paling banyak dilakukan penindakan adalah yang tidak menggunakan sabuk pengaman, terutama penumpang yang berada di sebelah kiri sopir.

Dirinya mengaku akan menindak tegas pengendara yang tidak membawa surat – surat kendaraan dengan melakukan penyitaan kendaraan. “Namun, pengguna yang kendaraan disita bisa mengambil kendaraannya apabila menunjukkan kelengkapan surat kendaraan,” pungkasnya.

Dia menjelaskan, ini potret dimana kurang pedulinya para pengendara akan keselematan mereka saat berkendara. Padahal keselamatan adalah hal utama dalam berkendara. “Keselamatan itu include dengan kelengkapan surat kendaraan dan tidak berkendara melebihi batas yang sudah ditentukan,” katanya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, Polri dituntut untuk mewujudkan dan memelihara keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas. Kemudian, meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat korban kecelakaan lalulintas. Membangun budaya tertib berlalu lintas dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. (rio/simer)

Comment

Berita Lainnya