by

Pilpres, Ternyata Jakarta Paling Rawan

Suhu menjelang Pilpres makin terasa panas. Polri pun sudah mendeteksi gejala ini. Yang menarik, dari mapping yang dilakukan, terjadi pergeseran daerah rawan pemilu. Jika sebelumnya, kota dan kabupaten di Papua bertengger di ranking atas. Kini kondisi berbeda, kota di sekitar Jakarta justru menduduki papan atas paling rawan konflik dalam pilpres 2019.

SINARMEREDEKA. ID – Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, pergeseran memang terjadi untuk tingkat kerawanan kota dan kabupaten. Sebelumnya kerawanan di kota dan kabupaten, hampir pasti didominasi Papua. Kondisi ini menunjukan terjadinya pergesaran. Kota dan kabupaten seperti Nduga, biasanya paling rawan, ujarnya.

loading...

Namun, pola itu mengalami dinamika. Polri mendeteksi sepuluh kota dan kabupaten paling rawan yakni, Tangerang Selatan, Jakarta Utara, Pidie Jaya, Banggai, Donggala, Jakarta Barat, Jakarta Utara, Mentawai, Tanah Datar, dan Jogjakarta. Pergeseran ini memang mengejutkan, jelasnya.

Terkait penyebabnya, dia menjelaskan bahwa adanya tiga kota dari provinsi DKI Jakarta dan satu kota Tangerang Selatan dalam daftar itu karena beberapa aspek. Yakni, penyelenggara, kontestasi capres, kontestasi pileg, dimensi partisipasi masyarakat, gangguan kamtibmas, ambang gangguan dan gangguan nyata. “Tentu dari potensi akumulasi ini,” jelasnya.

Yang pasti, untuk kota dan kabupaten yang masuk daftar paling rawan itu akan mendapatkan penempatan personil yang paling besar. Menurutnya, jelas penempatan personil dipengaruhi hal tersebut. “Untuk jumlahnya tentu polda masing-masing,” urainya.

(FOTO:ADEK BERRY/AFP)

Mengingat kondisi yang bisa setiap saat berubah, maka Polri memastikan langkah mendata kerawanan pemilu ini akan dilakukan kembali mendekati 17 April. “Jelas, tujuannya menghadapi adanya perubahan,” terangnya.

Yang paling kritis bukan saat masa kampanye, melainkan pasca kampanye. Hal tersebut tidak cukup hanya dengan penempatan personil. Tapi juga penentuan strategi menghadapinya. “Kalau konflik antar massa itu yang paling kritis, bisa jadi karena hasil pemilu atau lainnya,” jelasnya.

Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Moechgiyarto, mengatakan, pihak kepolisian mendeteksi ada upaya penyebaran informasi hoaks bahwa Pemilu akan rusuh (chaos, red) sehingga masyarakat takut ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) bahkan sebagian orang pergi meninggalkan Indonesia untuk alasan keamanan. “Hal ini disebarkan oknum untuk mematik ketakutan pada masyarakat sehingga tidak memberikan hak pilihnya,” terangnya.

Ia menjelaskan, 17 April adalah hari Rabu, kemudian Kamis “hari terjepit”, Jumat hari libur kenaikan Isa Almasih, Sabtu dan Minggu libur lagi. Hampir sepekan libur. Hoaks chaos saat hari pencoblosan bisa mendorong masyarakat berbondong-bondong keluar dari Indonesia memanfaatkan libur panjang.

Akibatnya angka golongan putih (golput) menjadi tinggi dan partisipasi pemilih rendah. “Mengantisipasi kabar hoaks ini semua pihak harus ikut berkomitmen menyukseskan Pemilu dengan mengajak masyarakat tenang dan memberikan hak pilihnya,” katanya.

Tugas untuk menyukseskan Pemilu itu tidak hanya pada penyelenggara, tetapi juga pemerintah daerah, Babinkamtibmas, Babinsa, KPU dan semua yang terlibat. “Menciptakan kondisi atau mengajak masyarakat untuk memilih pada 17 April. Bukan mengkondisikan untuk memilih kandidat tertentu, jangan disalahartikan. Polri dan jajaran pemerintah tetap dalam posisi netral,” tegasnya.

(FOTO:ADEK BERRY / AFP)

Sementara terkait, indeks kerawanan Pemilu, Moechgiyarto menjelaskan, Polri telah memetakan wilayah-wilayah rawan. Begitu pula dengan bentuk pengamanannya. Bahkan pemetaan dilakukan secara rinci, hingga ke TPS.

Sementara itu, Guru Besar FAH UIN Syarif Hidayatullah, Prof Azyumardi Azra menilai kampanye hitam dan kampanye negatif tidak akan mengubah perilaku politik, atau mengubah perilaku orang untuk memilih orang. Hoak tidak akan mengubah jalan pikiran orang. Hoak hanya membuat kegaduhan saja. “Lebih baik menyebarkan pesan positif untuk pemilu untuk kemajuan bangsa, dan daerah dari pada menyebar hoaks,” katanya. (smol)

Comment

Berita Lainnya