oleh

PSBB, Lampung Belum Akan Menerapkannya

Sinarmerdeka.id.BandarLampung-Bertambahnya kasus positif COVID-19 di Lampung, pemerintah setempat masih belum mengajukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Lampung Reihana mengatakan bahwa sampai saat ini pemerintah Provinsi Lampung belum mengajukan PSBB.

loading...

“Dalam hal ini Bapak Gubernur Lampung yang juga sebagai ketua Gugus Tugas mengatakan tidak akan mengambil PSBB. Hal ini dikarenakan 40 persen kebutuhan DKI Jakarta ditopang oleh Provinsi Lampung,” kata Reihana.

Reihana menambahkan, jika Provinsi Lampung mengambil opsi PSBB maka akan menyulitkan transportasi baik orang maupun barang, khususnya untuk keluar masuk Pulau Sumatera.

Meskipun demikian, Reihana menjelaskan bahwa Provinsi Lampung sudah menerapkan bagian-bagian dari PSBB seperti yang telah dianjurkan pemerintah pusat.

PSBB di bidang kesehatan yaitu jaga jarak, menjaga stamina tubuh dan menerapkan PHBS, serta menghindari kerumunan orang,” tambah Reihana.

Kalau berbicara PSBB secara luas, lanjut Reihana, tentu ada di bidang transportasi dan lainnya. Namun, untuk lebih jelasnya dapat ditanyakan langsung kepada Gubernur Lampung selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 provinsi.

Dan sebagai langkah-langkah antisipasi, di tengah bertambahnya kasus positif COVID-19 di Lampung, sejumlah kebijakan telah diterapkan, seperti anjuran social distancing dan physical distancing, pemberlakuan belajar dari rumah untuk sekolah-sekolah, penerapan bekerja dari rumah, serta memperketat penjagaan di seluruh pintu masuk ke Provinsi Lampung.

Sedangkan situasi terkini COVID-19 di provinsi Lampung ada 26 kasus positif (11 orang diisolasi, 5 orang meninggal, dan 10 orang dinyatakan sembuh), PDP ada sebanyak 55 orang (diisolasi 14 orang, sembuh 33 orang, meninggal 5 orang), dan ODP sebanyak 2.848 orang (659 masih dalam pemantauan, 2.188 orang selesai pemantauan, dan 1 orang meninggal). (rls/simer)

Komentar

Berita Lainnya