oleh

Rasisme Nodai Markas Cagliari

CAGLIARI – Serie A musim ini memang masih tersisa delapan giornata. Namun, hampir tidak ada yang bisa mengganjal ambisi Juventus untuk meraih scudetto kedelapan beruntun mereka. Bahkan, aksi rasial yang dilancarkan tifosi Cagliari pada laga kemarin pun hampir tidak terasa efeknya bagi mental pemain Juve sehingga mereka tetap menang 2-0 pada giornata ke-30 kemarin.

loading...
Pemai belakang JuventusLeonardo Bonucci berhasil melesakan bola ke gawang Cagliari pada laga yang berlangsung di Sardignia Arena in Cagliari. (Foto: Marco BERTORELLO /AFP)

Ya, serangan rasial pada laga yang digeber di Sardegna Arena itu ditujukan tifosi tuan rumah kepada dua personel Bianconeri. Yakni, Blaise Matuidi dan wonderkid Moise Kean. Tapi, bukannya terpengaruh. Dua pemain yang tampil 90 menit itu seolah kebal dengan teror tersebut. Bahkan, Kean menyerang balik tifosi Rossoblu–julukan Cagliari-dengan gestur selebrasi yang memprovokasi.

”Inilah cara terbaik menanggapi serangan rasial #notoracism,” bunyi caption striker 19 tahun itu pada foto selebrasi yang diunggahnya dalam akun Instagram miliknya.

Serangan rasial yang diterima Kean dan Matuidi kemarin adalah yang kesekian di Serie A musim ini. Sebelumnya, ada insiden serupa ketika bek Napoli Kalidou Koulibaly diserang rasial oleh Interisti pada giornata ke-18 (27/12/0218).

Ternyata, aksi perlawanan yang dilakukan Kean mendapat dukungan dari beberapa pesepak bola. Diantaranya, gelandang Manchester United Paul Pogba, winger Lyon Memphis Depay, dan winger Manchester City Raheem Sterling. Ketiga pemain itu juga senasib pernah mengalami pelecehan rasial dalam pertandingan.


Heading mematikan pemain belakang Juventus Leonardo Bonucci saat laga menghadai Cagliari. (Foto: Marco Bertorello/ Afp)

Ironisnya, pihak kontra terhadap perlawanan Kean justru hadir dari Leonardo Bonucci. Kepada Sky Sport Italia setelah pertandingan, bek 31 tahun itu mengatakan bahwa seharusnya Kean bisa menahan emosi untuk tidak memperkeruh keadaan dengan selebrasi itu. Menurut dia, seharusnya pesepak bola profesional harus jadi contoh dan tidak memprovokasi siapa pun di dalam dan luar lapangan.

Sontak, hujan kritik langsung tertuju kepada Bonucci. Tidak berselang lama, eks bek AC Milan itu langsung membuat klarifikasi melalui Instagram Story-nya bahwa dia tetap tidak satu suara untuk aksi rasial.

”Saya dukung setiap perlawanan untuk aksi rasial. Kita semua setara. @moise_kean @blaisematuidiofficiel #equalgame #respect,” tulis Pogba yang pernah berkostum Juve di akun Instagram-nya. (smol)

Komentar

Berita Lainnya