oleh

Rekontruksi Penangkapan Bandar Narkoba Dibatalkan

Sinarmerdeka.id – Polda Lampung membatalkan undangan peliputan media yang sudah di agendakan pada hari Rabu 11 Mei 2017 pukul 11.00 WIB, dengan agenda rekonstruksi ulang oleh Propam Polda Lampung atas tewasnya 3 terduga bandar narkoba, yang berlokasi di Jl. Cendana 1, Gang Durian 16, RT 21, Jati Agung, Lampung Selatan.

Sebelumnya Polda Lampung juga membatalkan Eksposes Narkoba oleh Dir Narkoba Polda Lampung terkait tewasnya 3 terduga bandar narkoba pada 11 Mei 2017 pukul 19.00 wib.

loading...

Informasi akan digelar olah TKP ulang oleh Propam Polda Lampung di terima keluarga melalui Babinkantibmas yang datang ke kediaman keluarga Alm. Afrizal, mengatakan bahwa akan ada olah TKP ulang oleh Propam Polda Lampung.

“Jam 10.40 Babinkantibmas dateng, ngasih tau kalo propam mau olah TKP” terang Hengki keluarga Alm.Afrizal Sabtu (13/5/2107).

Hengki  mengaku kecewa karena pembatalan olah tkp itu. Padahal kata Hengki keluarga besar sudah menunggu sejak pukul 11.00 WIB.

Pembatalan baru diketahui pukul 16.15 setelah pihak keluarga diwakili Resmen Khadafi menghubungi Gugun Babinkantibmas Jati Agung.

” Saya telpon Babinkantibmas untuk menanyakan jadi atau tidaknya olah TKP, tetapi Bhabinkantibmas mengatakan batal digelar karena ada perintah lain,” ujar Khadafi di kediaman rumah paman Aprizal.

Info yang didapatkan mereka tim olah TKP dari Propam Polda Lampung beberapa jam sebelumnya sempat mendatangi TKP, namun entah mengapa tim tersebut tidak juga sampai ke rumah paman  Aprizal .

Sebelumnya, Resmen Khadafi merelis berita penembakan tersangka narkoba. Paman salah seorang korban penembkan, Rido Aures, menilai Kapolda Lampung Irjen Sudjarno telah menebarkan berita bohong terkait kronologis kematian tiga terduga bandar narkoba oleh Subdit II Dirnarkoba Polda Lampung, Jl. Cendana 1, Gang Durian, Jatimulyo, Lampung Selatan, selasa (9/5/17).

“Keterangan Kapolda itu bohong, dia harus bertanggung jawab berikut dengan oknum anggotanya yang telah menembak mati para terduga narkoba ini,”ujar kadafi berapi-api saat menunggu kepulangan jenazah keponakanya kepada Putri di RS Bhayangkara, Polda Lampung, Rabu (10/5/17).

Sebelumnya, Kapolda Lampung Irjend Sudjarno mengatakan tersangka Faisal, Ridho, serta Afrizal datang ke jasa ekspedisi Indah Cargo mengendarai mobil. Polisi yang yang sudah dua hari mengintai menyergap para tersangka yang akan menurunkan barang bukti. (rai/simer)

Komentar

Berita Lainnya