Salut untuk Pocari Sweat, Ikut Berpartisipasi Sukseskan Tugas Paskibraka

Pocari Sweat  mendukung para pelajar pilihan dari 34 Provinsi di Indonesia itu mendapat wawasan nutrisi dan dukungan hidrasi yang tepat, supaya mereka tampil optimal saat pengibaran dan penurunan bendera pusaka merah putih.

JAKARTA – Pocari sweat bekerjasama dengan Kementrian Pemuda dan Olahraga dan Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Wilayah Kota Tangerang untuk memberikan workshop tentang cara hidrasi yang tepat untuk para pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka).

Para pelajar pilihan yang diseleksi ketat sekolah, Kabupaten Kota, Provinsi dan tingkat nasional tersebut, diharapkan bisa tampil sempurna pada upacara peringatan 17 Agustus 2019 nanti.

Oleh karena itu mereka harus belatih keras dan menjaga asupan nutrisi dan cairan supaya tidak sakit atau menurunkan konsentrasi akibat dehidrasi. Materi workshop tersebut di sampaikan oleh Nur Khalida Aisyah, S.Gz yang merupakan ahli gizi dari Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka Jakarta.

Kegiatan yang diselenggarakan disela pemusatan latihan Paskibraka di asrama tersebut, menurut Wahyu Alfaruq selaku Brand Communication Executive Pocari Sweat Jakarta mengatakan Workshop Best Hydration for Paskibraka ini bertujuan untuk memberikan wawasan nutrisi dan cairan yang tepat selama mereka berlatih.

“Dengan begitu mereka bisa mengetahui berapa banyak asupan cairan yang harus mereka konsumsi dan makanan apa saja yang harus dikonsumsi atau dihindari untuk dikonsumsi,” tuturnya, kemarin (9/8).

Menurut Nur Khalida Aisyah, paskibraka harus memperhatikan jadwal makan dan minum yang tepat untuk menjaga peforma selama latihan. Selain itu, para paskibraka harus tahu treatment hidrasi terbaik untuk aktifitas mereka yang sangat padat dalam rangka latihan menuju hari H pengibaran bendera.

Sementara itu, Kepala Bidang Kepemudaan Dispora Kota Tangerang Ahmad Suhaely,  mengatakan turut mengapresiasi kegiatan workshop yang diselenggarakan oleh Pocari Sweat.

Kegiatan tahunan ini menjadi kebanggan tersendiri bagi pelajar SMA terpilih, karena mereka harus menyingkiran ribuan siswa lainnya untuk bisa terpilih. ”Momentum inilah yang bisa jadi salah satu pengungkit jiwa nasionalisme, kebangsaan dan persatuan para pemuda,” tuturnya. (rls/mario)

132 Views