oleh

Soliditas Partai Golkar Jadi Goyang

Sinarmerdeka.id – Semenjak Yorrys Raweyai menghembuskan isu wacana Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar, karena sang Ketua Umum Setya Novanto bakal menjadi tersangka di kasus e-KTP, membuat partai berlambang pohon beringin itu menjadi goyang. Konsolidasi partai yang selama ini telah terbangun pun jadi pecah.

‎Koordinator Bidang Organiasai Keanggotaan dan Daerah Partai Golkar Freddy Latumahina mengatakan, koleganya Yorrys Raweai telah membuat konsolidasi partainya terpecah.

loading...

Perpecahan itu akibat Yorrys mencari dukungan kepada sejumlah petinggi Partai Golkar untuk setuju menyelenggarakan Munaslub. Rencana munaslub itu untuk menggulingkan kepemimpinan pengurus di bawah Ketua Umum Setya Novanto yang diduga terseret kasus korupsi e-KTP.

“Peryataan Yorrys mengoyangkan soliditas. Tapi untung DPD I Partai Golkar seluruh Indonesia tidak terpengaruh,” ujar Freddy di DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Selasa (2/5).

Dia mengungkapkan, dirinya juga tidak tahu kenapa koleganya tersebut bisa berbeda pandangan terhadap kader lainnya. Pasalnya dalam rapat partai berwarna kuning itu beberapa waktu lalu sudah sepakat kader untuk solid, kompak dan tetap mengedepankan asas praduga tidak bersalah terhadap Setya Novanto dalam kasus e-KTP. “Mengingat banyak kegiatan politik Pilkada 2019, Pilgeg 2019 dan Pilpres 2019,” katanya.

Sebelumnya, Koordinator Bidang Organisasi Keanggotaan dan Daerah Partai Golkar Freddy Latumahina mengatakan, Yorrys telah diberi surat peringatan tertulis pertama karena dianggap melanggar kesepakatan.

Pasalnya dalam rapat partai berlogo pohon beringin beberapa waktu lalu sudah sepakat kader partai untuk menjalin kekompakan dan soliditas.‎ Mengingat banyak agenda politik ke depan seperti Pilkada 2018, Pileg 2019 dan Pilpres 2019.

Freedy mengaku, apabila Yorrys kembali melakukan peryataan kontroversi maka akan diberikan peringat tertulis kedua, setelah itu ketiga‎. “Jika masih mengulangi baru dijatuhi sanksi, misalkan sebagai pengurus diberhentikan, apabila melawan diberhentikan jadi keanggotaan,” katanya.

Sekadar informasi, sebelumnya pada 24 April, Ketua Koordinator Bidang Polhukam itu mengaku sudah memulai konsolidasi kepada Dewan Pembina, Dewan Pakar, Dewan Kehormatan, DPP, DPD dan ormas sayap Partai Golkar untuk menyelenggarakan Munaslub.

Upaya itu dilakukan untuk mengantikan Novanto sebagai Ketua Umum Partai Golkar, akibat terindikasi ikut terlibat dalam korupsi proyek kartu tanda penduduk berbasis elektronik atau e-KTP.

Selain itu Yorrys juga memastikan Setya Novanto akan menjadi tersangka kasus e-KTP. Mengingat lembaga antirasywah itu telah melakukan pencekalan berpergian ke luar negeri terhadap Novanto. (jwp/*)

Komentar

Berita Lainnya