by

Suplai Listrik 10 MW Tertunda

Sinarmerdeka.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggelar sidang komisi analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) aula Rumah Sakit Umum (RSU) Alimudin Ummar, Rabu (10/5). Yang dibahas soal pembangunan pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) di Pekon Tebaliokh, Kecamatan Batubrak, Lampung Barat.

Hadir dalam kegiatan itu Ketua Sidang Komisi Desmon Irawan, manajemen PT Energi Hidro Investama (EHI) Sopian Juniardi, konsultan penyusun dokumen amdal dari PT Hexsagonal International Consultant Sutrisno, Camat Batubrak A. Muzzamil, perwakilan Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) Suhana, uspika, peratin, serta tokoh masyarakat.

”Ini merupakan sidang terakhir terkait penerbitan izin lingkungan pembangunan PLTMH di Pekon Tebaliokh. Hasilnya, masih ada sejumlah dokumen yang harus dilengkapi. Masih ada waktu 75 hari kerja lagi,” ujar  Ketua Sidang Komisi Amdal Desmon Irawan, kemarin (11/5).

Menurut dia, masih ada sejumlah masukan, saran serta penerapan teknis di lapangan yang masih akan di tambah untuk melengkapi dokumen Amdal tersebut. Untuk itu, pihak manajemen PT EHI diwajibkan segera menyempurnakannya.

”Walau pun masih ada waktu sekitar dua bulan, kalau mereka bisa menyelesaikannya dalam waktu 15 hari tidak masalah, sebab dokumen yang masuk akan kita periksa lagi. Kalau sudah betul-betul sempurna baru kita terbitkan izin lingkungannya,” terangnya.

Sekadar diketahui, PT EHI akan membangun PLTMH yang mampu menghasilkan daya listrik sekitar 10 megawatt (MW) sehingga diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan listrik yang akan disalurkan ke PT PLN untuk masyarakat

Selain itu, beroperasinya PLTMH ini di harapkan membuka kesempatan untuk melangkah dan membangun inovasi baru. Baik di bidang energi atau bidang lain karena sistem itu termasuk energi baru dan terbarukan. (rdl/simer)

Comment

Berita Lainnya