Tidak zona hijau lagi, Pasien riwayat Gowa meninggal claster Temboro dirawat

Sinarmerdeka.id.Kotaagung-Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Tanggamus mengumumkan kasus 01 terpapar positif Covid-19.

Hal itu diumumkan oleh Kepala BPBD Ediyan M Thoha, Kadiskes Tanggamus Taufik Hidayat, dr Eka Priyanto, Dirut RSUD Batin Mangunang, Kota Agung dr Dian Ekawati.

Menurut dr Eka Priyanto, pasien 01 tersebut seorang laki-laki, warga Kecamatan Pulau Panggung. Pasien memiliki riwayat perjalanan dari Gowa, Sulawesi Selatan.

“Kronologis pasien tiba pada 22 Maret 2020, saat itu timbul gejala batuk, pilek dan demam. Lalu diperiksa secara medis ke beberapa sarana kesehatan di Tanggamus dan Pringsewu,” ujar Eka.

Ia menambahkan, lalu melakukan isolasi mandiri 14 hari ditambah pengobatan sesuai keluhan. Lalu 11 April 2020 mengeluh saat aktivis ringan, lalu 12 April dirawat di RS Secanti Gisting dengan diagnosa TB paru.

Lalu 16 April pasien boleh pulang untuk selanjutnya rawat jalan. Lalu 2 Mei 2020 pasien dirawat di RS Mitra Husada dengan keluhan TB paru. Lalu 3 Mei dilakukan rapid tes dengan hasil negatif, dan swab.

Kemudian 8 Mei pasien dibolehkan pulang. Dan 10 Mei pasien meninggal dunia. 21 Mei hasil pemeriksaan swab positif Covid-19.

Saat meninggal semula pasien didiagnosa meninggal karena jantung, sebab memiliki riwayat penyakit tersebut dan darah tinggi. Sampai keluar hasil swab dinyatakan positif Covid-19,” kata Eka.

Selama itu, pihak medis terus mengawasi pasien sejak awal tiba, lalu saat adanya keluhan, sampai meninggal dunia. Dan dalam proses pemakaman tidak menerapkan prosedur Covid-19.

Untuk selanjutnya bakal dilakukan tracing, scerening dan rapid tes pada 38 orang yang pernah kontak erat dengan pasien. Hal itu untuk menemukan adanya orang lain yang bisa terinveksi Covid-19.

Menurut dr Diah Ekawati, pasien 01 adalah kasus unik karena baru 43 hari diketahui positif Covid-19. Hal ini berbeda dengan pasien yang selama ini ada, yakni tujuh hari sudah timbul.

“Kasus ini adalah unik karena semula menunjukkan negatif hasil rapid tes dua kali. Tapi setelah hasil swab ternyata positif,” ujar Dian.

Ia mengakui memang rapid tes tidak efektif dalam kasus ini. Untuk itu pada orang yang terdekat dan dengan gejala sakit bisa direkomendasikan untuk melakukan swab.

Selanjutnya Kadiskes Tanggamus Taufik Hidayat meminta pers sama-sama sadarkan masyarakat untuk ikuti anjuran pemerintah, sebab di Tanggamus sudah ada kasus.

“Kami minta sama-sama menyadarkan masyarakat agar mereka mematuhi protokol kesehatan untuk pencegahan Covid-19, terlebih saat mendekati Idul Fitri,” kata Taufik.

Selanjutnya di Tanggamus juga ada seorang yang sudah diambil sampel untuk swab. Orang tersebut miliki riwayat perjalanan dari Temboro, Magetan, Jawa Timur. Namun hasilnya belum keluar.(rez/simer)

23 Views