by

Tingkatkan Profesionalisme Guru PAI Melalui Penguatan Guru

Sinarmerdeka.idGISTING—Pengurus Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdalatul Ulama (ISNU) bersama Persatuan Guru NU (Pergunu) Kabupaten Tanggamus menggelar kegiatan Penguatan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI), Kamis (11/5) di Gedung NU, Pekon Gisting Permai Kecamatan Gisting.
Kegiatan yang didukung penuh oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tanggamus dan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Tanggamus itu dibuka langsung oleh Wakil Bupati Tanggamus Hi.Samsul Hadi,M.Pd.I.Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan Renaldi,S.Pd,M.M dalam laporannya mengatakan, bahwa kegiatan yang bertema “Peningkatan Profesionalisme Guru PAI melalui KKG dan MPGP’ diikuti sebanyak 419 guru PAI se Kabupaten Tanggamus.
“Peserta Penguatan Guru PAI ini diikuti oleh Guru PAI SD, SMP sederajat. Adapun tujuan kegiatan ini adalah sebagai upaya menumbuhkembangkan karakter budi pekerti peserta didik yang islami sesuai dengan karakter jati diri bangsa Indonesia yang santun, arif dan bijaksana,” kata Renaldi.
Dilanjutkan Renaldi, bahwa kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian PC ISNU dan PC PERGUNU kabupaten Tanggamus dalam ikut memperbaiki prilaku anak didik melalui penguatan guru PAI.” Dengan adanya kegiatan ini diharapkan prilaku peserta didik akan taat dan patuh terhadap orang tua dan guru, dan peserta didik bisa memiliki karakter Islami,santun, arif, bijaksana dan dapat menghormati orang lain,” ujarnya.
Dalam kegiatan penguatan ini, terus Renaldi menghadirkan narasumber yang memang ahli dibidangnya yakni Evi Gozali yang merupakan konsultan Pendidikan Provinsi Lampung dari Sekolah Global Madani dan Ketua PCNU Kabupaten Tanggamus Hi.Amiruddin Harun.” Kami ucapkan terimakasih kepada Disdik Tanggamus, Kemenag Tanggmus dan PCNU Tanggamus atas dukungan dan arahannya sehingga kegiatan ini bisa terselenggara,” ungkap mantan KUPT Kecamatan Gisting itu.
Kegiatan Penguatan Guru PAI ini, mendapat apresiasi dari Wabup Tanggamus Hi.Samsul Hadi, menurut Samsul kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara kontinyu.”Kegiatan ini sangat bagus, sebab guru agama memiliki tugas yang keagamaan yang berat ditengah-tengah perkembangan Informasi teknologi (Iptek), apalagi iman manusia itu kadang naik kadang turun,” kata Samsul.
Dilanjutkan Samsul, bahwa guru agama harus terus menambah ilmu pengetahuan dan wawasan dibidang ke agamaan, caranya, adalah dengan perbanyak membaca buku dan dekati para kiyai dan ustadz.” Guru agama harus memiliki buku tafsir Alquran dan hadist lebih dari satu,  kemudian guru agama jangan malasan, kalau malasan berhenti saja jadi guru agama, wawasan itu perlu, sebab tugas guru agama itu mewarnai bukan diwarnai, jadi ajarannya harus dapat dicontoh dan ditiru,” katanya.
Senada dikatakan Kepala Disdik Kabupaten Tanggamus Johansyah, menurut dia, kegiatan seperti ini harus terus dilakukan sehingga dapat menambah wawasan guru dan dapat mempererat tali silahtuhrahmi.” Kalau bisa satu bulan sekali, atau satu tahun sebanyak 10 kali pertemuan.Kriteria guru profesional itu, adalah guru yang memiliki kemampuan intelektual, memahami visi dan misi, memiliki kemampuan intektual, kemampuan mengorganisir dan memahami psikologi perkembangan anak,” ujar Johansyah.(rio/simer)

Comment

Berita Lainnya