Truk hamtam dua rumah, Sopir-Kenek dan bayi Delapan bulan Terluka

Sinarmerdeka.id, KOTAAGUNG–Kecelakaan lalulintas (Lakalantas) tunggal kembali terjadi diruas Jalan Lintas Barat Pekon Kagungan Kecamatan Kotaagung Timur ata u tepatnya didekat Taman Makam Pahlawan (TMP). Kali ini lakalantas tunggal melibatkan satu truk fuso bermuatan panel beton yang menambrak dua rumah warga yang berada dipinggir jalinbar.

Tak hanya sopir truk, kernet, dan pemilik rumah, bayi berusia delapan bulan pun turut terluka akibat peristiwa yang terjadi Rabu (18/9) sekitar pukul 09.30 WIB itu.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, para korban laka tunggal truk tersebut antara lain sopir truk Winarto, warga Lampung Selatan, mengalami luka di kepala. Kemudian tiga kernet truk yang semuanya beralamat di Lampung Selatan, yaitu Hutmasofa (37) mengalami luka di kepala, Irfan (36) mengalami luka di punggung dan tangan, serta Suhada (40) luka cukup berat di kepala sempat tidak sadarkan diri.

Kemudian warga Pekon Kagungan sekaligus pemilik rumah yang turut menjadi korban, antara lain Sri Rahayu (25) mengalami luka lecet di kaki kanan, Sutini (27) mengalami terkilir pada kaki kanan, dan seorang bayi berusia delapan bulan, Ahmad Haidar mengalami luka ringan di bagian kepala. Selain melukai kru truk dan merusakkan bagian depan rumah serta melukai pemilik rumah, kerugian material akibat laka tunggal truk diperkirakan mencapai puluhan juta Rupiah.

Sri Rahayu warga yang menjadi salah satu korban dalam kecelakaan tunggal tersebut menuturkan, saat kejadian dirinya bersama pamanya sedang duduk santai diteras. Kemudian tak lama, datang truk fuso dengan kecepatan tinggi, dimana posisi jalan dari arah Bandarlampung memang menurun dan menikung tajam.

“Saat sedang ngobrol sama paman diteras tiba-tiba saya lihat truk datang dengan ngebut, karena menuju arah rumah paman, kami semua berhamburan. Truk kemudian menabrak rumah lalu terguling. Semua selamat hanya luka-luka saja terkena material bangunan, “ujarnya.

Dikatakan Sri, bahwa bayinya yang berusia delapan bulan juga menjadi korban dalam peristiwa tersebut.” Keningnya luka sedikit, “kata dia.

Dilanjutkan Sri bahwa pihak perusahaan tempat truk nahas tersebut bernaung sudah mendatanginya dan menyampaikan permohonan maaf.” Iya sudah datang kesini, mereka sudah ada itikad baik, “ucapnya.

Kasat Lantas Polres Tanggamus AKP Yuniarta membenarkan, truk Fuso beromor polisi BE 8411 CS bermuatan panel beton melaju dari arah Pringsewu menuju Kotaagung. Lantaran beban muatan yang berat, ditambah kondisi Jalinbar yang menurun panjang lalu menikung cukup tajam, diduga membuat rem truk yang dikemudikan Winarto (45) tidak berfungsi (blong).

Akhirnya truk hilang kendali lalu menghantam bagian depan dua rumah warga yang letaknya tepat di sisi tikungan, kemudian terguling. Sebelumnya truk juga sempat menabrak satu tiang saluran telepon.

“Jadi memang laka tunggal, bukan laka yang melibatkan dua kendaraan. Korbannya memang ada beberapa orang, mulai dari sopir dan kernet truk, pemilik rumah, termasuk bayi. Mereka mengalami luka-luka, tetapi tidak ada yang sampai meninggal dunia,” ujar Yuniarta Rabu sore saat dihubungi via telepon seluler.

Kendati laka tunggal terjadi di jalur protokol, namun kasat lantas menegaskan peristiwa itu tidak sampai membuat arus lalu lintas tersendat. Setelah menerima laporan adanya laka tunggal, personel Satlantas Polres Tanggamus segera melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kemudian dibantu personel Babinsa Koramil 424-03/Kotaagung dan warga sekitar lokasi, para korban segera dilarikan ke rumah sakit.

Yuniarta mengimbau kepada para pengendara yang melintas di Jalinbar mulai dari Pekon Kampungbaru (gerbang masuk kantor Pemkab Tanggamus) sampai Pekon Kagungan, agar meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian. Sebab pada ruas tersebut, kondisi Jalinbar menurun panjang lalu menikung ke kanan. Terlebih bagi para pengemudi truk-truk besar yang mengangkut muatan berat. Sebab pada lokasi laka tunggal itu, kerap kali terjadi truk terguling bahkan sampai menabrak rumah warga.

“Kami imbau para pengendara untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi ruas Jalinbar yang menurun itu, agar tidak terjadi lagi peristiwa serupa,” kata kasat lantas, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto. (SmoL)

92 Views