by

Usai Dawam Dipanggil Bawaslu Gara-Gara Minyak, Kini Azwar Ngumpulin Lurah

SUKADANA – Belum tuntas perkara siapa dalang dari penyebaran dan pembagian minyak goreng bergambar logo pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Lampung Timur (Lamtim), pasangan Dawam Raharjo-Azwar Hadi, kini muncul manuver politik yang begitu kentara.

Azwar Hadi mengumpulkan sejumlah lurah, maupun pamong di RM Lembah Dempo Metro. Proses pemanggilan ini dilakukan secara berantai lewat pesan singkat yang dikirimkan melalui WhatsApp maupun komunikasi internal.

loading...

Langkah Azwar tentu, bukan tanpa tujuan. Karena secara nalar, penggalangan suara menjelang Pilkada 9 Desember mendatang, tentu beragam cara. Dari membagikan kecap, minyak goreng sampai alasan silahturahmi pun, bisa dilakukan.

”Ya itu saja alasannya, silahturahmi. Lurah yang kumpul itu datang dari Kecamatan Sukadana,” jelas sumber Publika yang meminta nama dan identitasnya tidak disebutkan.

Secara detail, isi dari percakapan dalam pertemuan itu pun memang tidak disebutkan.

”Ya seperti saya sampaikan tadi. Silahturahmilah. Bagi saya pribadi sepanjang itu tidak didasari oleh keinginan lain ya tak masalah. Tapi ketika diarahkan untuk mencoblos ke pasangan itu, jelas kami menolak. Itu saja prinsip saya ya. Memang ini sensitif sekali rumornya,” jelas sumber tadi belum lama ini.

Ya, isu-isu sentral semacam ini sebenarnya sudah menyebar luas. Bahkah Mendagri Tito Karnavian pun sudah mendegar gerakan dengan melibatkan kepala desa, lurah, maupun aparatur sipil negara (ASN).

Sementara itu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lamtim melalui Gakumdu telah berkoordinasi dan berikan surat perintah investigasi kepada Panwascam Kecamatan Wawai Karya.

Bawaslu berupaya menguliti siapa dalang pembagian minyak goreng bermerek ”Jujur” dengan gambar pasangan bakal calon bupati tertentu yang santer menjadi sorotan Publik Lampung Timur.

Hal tersebut dibenarkan oleh ketua bidang Penindakan Bawaslu Lamtim Winarto. ”Sudah kami panggil. Kami meminta keterangan dari bakal pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Lampung Timur atas nama Dawam Rahardjo dan Azwar Hadi terkait dengan pembagian minyak goreng di kecamatan waway karya,” tegas Winarto.

Pemanggilan terhadap bakal pasangan calon tersebut berdasarkan laporan hasil penelusuran atas informasi awal yang diterima oleh Panwaslu kecamatan waway karya.

Panwaslu Kecamatan Waway Karya juga telah meminta keterangan dari beberapa orang yang mengetahui pembagian sembako berupa minyak goreng kemasan yang terdapat gambar bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati atas nama Dawam Rahardjo dan Azwar Hadi.

”Terkait hasil dari mengumpulkan atau meminta keterangan dari bakal pasangan calon tersebut, Bawaslu Lampung Timur akan melakukan pendalaman yang selanjutnya dilaksanakan pembahasan dalam rapat pleno,” kata Winarto.

Sementara itu Bakal Calon Bupati Dawam Raharjo saat dimintai keterangan beralasan tidak tau menau terkait pembagian minyak goreng tersebut. ”Saya tidak tau soal pembagian minyak, mungkin itu dari simpatisan bakal calon,” kilahnya.

 

Sampai ke Telinga Mendagri

Secara khusus Tito Karnavian telah mendegar isu yang berkembang di hampir seluruh daerah. Tidak hanya di Lampung Timur, Bandar Lampung maupun Lampung Tengah.

Dari fakta yang ada Tito meminta camat di seluruh Indonesia mesti mampu menerjemahkan kebijakan-kebijakan dari kepala daerah agar paralel dengan sistem administrasi pemerintahan dan sesuai dengan norma, prosedur, standar, kriteria yang berlaku di Indonesia.

”Dalam konteks inilah Camat menerjemahkan kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh para bupati/walikota dan meneruskannya kepada jajaran di kecamatan termasuk desa-desa,” ujar Tito pada Webinar Nasional ”Mendagri Menyapa Camat” Tahun 2020 dalam rangka Sinergitas Kebijakan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 serta Penegakan Hukum Protokol Kesehatan di wilayah Kecamatandi Ruang Sasana Bhakti Praja Kantor Kemendagri, Jakarta.

Lebih lanjut, Mendagri mengatakan, camat mesti menjadi jembatan antara para Bupati dengan Kepala Desa.  Karena Kepala Desa juga merupakan pejabat yang dipilih langsung oleh masyarakat di tingkat desa. Mendagri menilai, Camat merupakan orang yang berpengalaman dan memahami betul dinamika di masyarakat.

”Camat mesti menjadi linking pin atau jembatan, agar pembuatan kebijakan yang dibuat oleh para Bupati/Walikota sesuai dengan situasi lapangan. Apalagi di tengah suasanya menjelang Pilkada. Beri masukan kepada kepala desa, saran dan masukan agar mampu menjaga kondisivitas,” papar Mendagri.

Untuk itu, Camat harus memahami tentang seluruh regulasi aturan-aturan tersebut sebelum memberikan arahan kepada para lurah maupun kepala desa.

”Jangan coba-coba dipengaruhi. Agar mereka yang dipilih oleh rakyat ini mereka memahami membuat kebijakan yang sejalan dengan seluruh aturan, regulasi, norma-norma, prosedur standar-standar pemerintahan, serta semua kriteria-kriteria yang ada. Sehingga peran Camat menjadi sangat penting sebagai ujung tombak,” timpalnya Mendagri.

Tito juga menyampaikan kepada stakeholder terkait agar mensosialisasikan kepada pasln dan tim sukses yang sedang melakukan kampanye untuk tidak melakukan black campaign.

Selain itu, Mendagri meminta daerah-daerah agar melakukan rapat koordinasi secara intensif untuk melakukan langkah-langkah proaktif dalam mengantisipasi adanyanya gangguan konvensional berupa aksi kekerasan/anarkis. ”Jaga situas. Jangan sampai ini terlanjur terjadi,” timpalnya.

Pasalnya, cara yang negatif yang dilakukan, akan memunculkan reaksi dari calon lain. Bahkan bisa menimbulkan  aksi kekerasan

”Ini harus cepat diantisipasi dengan langkah-langkah prokatif untuk merangkul pihak-pihak yang berkontestasi agar mereka melakukan kompetisi secara sehat dan tidak melakukan black campaign atau kampanye-kampanye bohong. Positive campaign itu masih bisa, negative campaign itu biasa tapi black campaign yang berisi kebohongan itu yang tidak boleh, itu pun adalah pidana,” tegas mantan Kapolri itu.

Ia berharap agar massa kampanye dapat belangsung aman dan lancar seperti pada tahap penetapan paslon dan pengundian nomor urut paslon pada 23-24 September silam. Ia sangat mengapresiasi kepada stakeholder yang telah bekerja keras dalam kelancaran tahapan tersebut.

”Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada semua stakeholder karena pada tanggal 23 dan 24 (September) yaitu tahapan yang cukup penting, tahapan penetapan pasangan calon tanggal 23 dan tanggal 24 penentuan atau pengambilan nomor urut pasangan calon berlangsung relatif cukup lancar, tidak seperti pada saat pendaftaran pasangan calon tanggal 4-6 September,” pungkasnya. (man/tap/simer)

Comment

Berita Lainnya