oleh

Wabup Resmikan Empat Pasar

Sinarmerdeka.id, ULUBELU–Wakil Bupati Tanggamus, Hi. Samsul Hadi, M.Pd.I meresmikan secara simbolis empat pasar tradisional yang ada di Kabupaten Tanggamus, di Pekon Datarajan, Kecamatan Ulu Belu, Rabu (4/1). Empat pasar yang diresmkian tersebut yakni, Pasar Kotaagung, Pasar Sumberejo, Pulau Panggung serta Pasar Pekon Datarajan, Kecamatan Ulu Belu.

Wakil Bupati dalam sambutannya mengatakan bahwa, pasar sebagai tempat penjual dan pembeli untuk melakukan kegiatan ekonomi berupa barang ataupun jasa. Keberadaan pasar tentu diharapkan bisa menjadi roda perekonomian.Untuk itu dirinya berpesan kepada pengelola pasar khususnya kepada kepala pekon agar senantiasa menjaga kebersihan, keindahan, keamanan dan kenyamanan pasar tersebut.

loading...

” Empat kriteria tersebut merupakan hal yang sangat penting diterapkan, terlebih Kecamatan Ulu Belu tersebut ramai dikunjungi dikarenakan ada berbagai objek wisata, baik oleh masyarakat setempat maupun menuju ke Kabupaten Lampung Barat, dan pasar tersebut diharapkan menjadi penyokong wisata di kecamatan setempat,” ujar Samsul.

Ia melanjutkan, Pasar Datarajan, sebagai salah satu pasar yang diresmikan merupakan aset pekon, dan diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakatnya. “Selain itu, pelayanan juga harus ditingkatkan, dengan demikian tidak hanya masyarakat pekon disini saja yang akan bertransaksi akan tetapi pendatang yang melewati Ulu Belu dengan tujuan Lampung Barat juga dapat bertransaksi disini, demikian juga dengan tiga pasar yang lainnya,” kata Samsul.

Lebih lanjut Wabup juga berharap, untuk lebih menjadikan pasar tersebut ramai dikunjungi, dinas terkait bisa memberikan arahan serta latihan kepada para pedagang, bagaimana memasarkan potensi di pekon tersebut di pasar sehingga diminati pembeli, selain itu lanjutnya pasar tradisional juga diharapkan mampu bersaing dengan pasar modern pada umumnya, untuk itu diharapkan kepada pengelola mampu mengelola dan menata kios layaknya seperti pasar modern.

“Sehingga nantinya, pasar tradisional yang ada di Tanggamus ini, bisa tertata dengan rapi layaknya pasar modern, meskipun transaksinya masih menggunakan cara tradisional, karena itu dalam kesempatan ini jugai menyampaikan kepada Disdagsar serta BPMPTSP untuk mengevaluasi izin berdirinya pasar modern, sesuai dengan Perda Kabupaten Tanggamus, jangan sampai keberadaannya mematikan pasar tradsional,”ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan dan Pasar, Mukifli Novem menyampaikan, bahwa pada tahun 2016 melalui Kementrian Perdagangan bekerjasama dengan Pemkab Tanggamus melaksanakan pembangunan pasar tradisional, yang mana hal tersebut sesuai dengan visi dan misi dari Presiden Republik Indonesia Ir.Jokowi Widodo yakni ingin membangun pasar tradisional sejumlah 5 ribu diseluruh Indonesia selama lima tahun.

“Dan syukur Alhamdulillah, Tanggamus mendapat kucuran dana melalui Dana Alokasi Khusus sejumlah Rp 5, 1Miliar, kucuran dana ini, kita alokasikan ke empat wilayah yang ada di Kabupaten Tanggamus, yakni Pasar Kotaagung dibangun dua hamparan yang akan menampung lebih kurang 116 pedagang, kemudian Pasar Sumberejo juga dibangun hamparan lebih kurang luasnya 142 meter, dan bisa menampung 32 pedagang, sekaligus 21 kios serta MCK, lalu Pasar Pulau Panggung, telah dibangun 13 unit, dan halaman parkir, kemudian Pasar Datarajan, juga dibangun kios dengan jumlah 22 unit, dan dua hamparan, satu hamparan bisa menampung 160 sedangkan hamparan kedua bisa ditempati 36
Pedagang,”jelasnya.

Ditemui usai peresmian pasar, Pelaksana Kegiatan yang juga Sekretaris Disdagsar Mu’ayin Zen menyampaikan, dasar pelaksanan kegiatan tersebut yakni, surat keputusan Kepala Disdsgsar Kabupaten Tanggamus Nomor. 800/120/34/2016 tanggal 19 Desember 2016, tentang penunjukan panitia peresmian empat pasar tersebut, lalu ditindaklanjuti oleh surat Sekretaris Daerah Kabupaten Tanggamus nomor 800/4527/34/2016 tanggal 28 Desember 2016 prihal undangan peresmian pasar di Pasar Datarajan Kecamatan Ulu Belu.

“Anggaran pembangunan ke empat pasar tersebut berbeda, yang paling besar yakni Pasar Datarajan yakni mencapai Rp 2,2 Miliar, Pasar Pulau Panggung dan Sumberejo masing masing lebih dari Rp 1 Miliar, sedangkan Pasar Kota agung yakni Rp 950 Juta, Memang tidak semua lahan pasar yang dibangun merupakan aset daerah, akan tetapi ada juga aset pekon, yang merupakan aset daerah yakni Pasar Kotaagung dan Pulau Panggung, sedangkan aset pekon yakni Datarajan dan Sumberejo,”tambahnya. (rio)

Komentar

Berita Lainnya