oleh

Wajib Ditindak Kendaraan Over Tonase Lewati Jalinbar Tanggamus

SINARMERDEKA.ID.Anggota DPRD Kabupaten Tanggamus meminta dinas terkait dapat mengawasi truk bertonase besar yang setiap harinya melintasi Jalan Lintas Barat (Jalinbar). Pasalnya, kendaraan yang melebihi muatan itu selain dapat merusak aspal jalan juga jembatan yang baru dibangun itu.

“Bisa dikatakan demikian sebagian aspal jalan rusak karena dilintasi kendaraan lebih tonase. Dinas terkait dapat mengawasinya,”kata Anggota DPRD Tanggamus Mujibul Umam.

loading...

Polisi PKB ini mengaku, jika aktivitas truk atau tronton yang bermuatan puluhan ton tersebut dibiarkan begitu saja, ia khawatir jembatan yang baru selesai dibangun beberapa tahun lalu itu tidak bertahan lama.

“Liat saja kalau kalau mobil bermuatan full itu melintas, bukan hanya aspal tapi tanah juga getar. Nah, bagaimana dengan jembatan,”ujarnya.

Mujib mengaku saat ini kendraan besar yang lebih tonase yang banyak lewat Jalinbar ketimbang Jalan Lintas Tengah, pertama selain jalan mulus dan jembatan banyak permanen juga jaraknya lebih dekat. Belum lagi menggunakan Jalinbar termasuk jalan paling aman.

“Tentunya kita sangat sayangkan atas aktivitas truk-truk bertonase besar tersebut. Seharusnya truk yang lewat disesuaikan tonasenya karena kita khawatir usia jembatan tidak sesuai dengan standarnya,” ungkapnya.

Untuk itu, ia meminta pemerintah melalui Satker terkait segera bertindak dan melakukan pengawasan ke lapangan.

“Kita menghimbau kepada pemerintah melalui Satker terkait agar melakukan pengawasan, sehingga jembatan jembatan yang baru dibangun itu bisa dimanfaatkan dalam waktu panjang,” harapnya.

Lebih jauh ia mengatakan, memang dalam hal penilaian apakah truk yang melintasi itu melebihi tonase atau tidak bukan wewenang kabupaten, karena belum ada timbangan. Tetapi dalam kasat mata bisa dinilai sendiri, nah jika memang melebihi tonase wajib dilakukan peneguran.

“Kita gak nyuruh mereka nilang, tapi sangsi teguran setidaknya bisa dilakukan oleh kabupaten. Sebab, yang mengetahui adanya kendaraan bertonase lebih itu hanya Provinsi karena mereka yang mempunyai alat timbangnya,”tutupnya. (Jun/simer)

Berita Lainnya